Home » Ekonomi » Krisis Air Berkah Penjual Air Profil

Krisis Air Berkah Penjual Air Profil

Krisis Air  Berkah Penjual Air Profil
BERKAH penjual air profil saat kemarau melanda dan embung PDAM surut.

TARAKAN - Sejak embung Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tarakan dilanda kekeringan, tampak sejumlah mobil berhias tangki profil berwarna kuning lalu lalang menghiasi jalan utama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Dari pengakuan Hendra, salah satu penjual air bersih, ia mengatakan sejak kota ini tidak diguyur hujan, handphone milik Botak sapaan akrabnya tidak hentinya bordering dari pelaggan untuk membeli air. Diakuinya, akhir-akhir ia kebanjiran orderan, baik dari kebutuhan rumah tangga, pengusaha depo, hingga kebutuhan dengan volume yang cukup besar.
“Banyak permintaan mas,” ungkapnya kepada Koran Kaltara. Jika hari normal, ia hanya mampu menyalurkan air ke pelanggan sebanyak 3 hingga 4 profil. Momen seperti ini, 7 hingga 8 profil ia mampu distribusikan ke pelanggan dan bahkan penjualan pernah tembus 10 profil dengan kapasitas 1.100 liter.
Menurutnya, air yang didistribusikan ke warga dibandrol harga per-tangkinya berkisaran Rp60 hingga Rp80 ribu. Menentukan harga tinggi, ia mempertimbangkan lokasi ataupun jarak. Selain itu, jarak tangki miliknya ke tempat penamping rumah warga juga menjadi penentu. Untuk memindahkan air profil ke profil lainnya juga menggunakan mesin penyedot.
“Harga normalnya itu kisaran Rp50 ribu,” bebernya.
Hal yang sama diungkapkan Maman, rekan se-profesinya, ia akui sejak musim kemarau, krisi air terjadi diseputaran kota dirinya mendapatkan rezeki nomplok. Tidak seperti biasaya yang hanya mengantarkan air ke bersih ke sejumlah depo pelanggannya.
“Sekarang saya juga dapat orderan ke rumah warga,” ucapnya. Adanya krisis air, sejumlah masyarakat menjerit lantaran kebutuhan air tidak terpenuhi, Fatma salah satu pelanggan PDAM yang berdomisli di belakang BRI mengatakan keran air di rumahnya sudah mengeluarkan air setetespun, sehigga alternatif lainnya harus membeli air.
Ia mengklaim, sejak krisis air pengeluaran semakin membengkak. Normalnya, ia hanya mengeluarkan uang sebesar Rp50 ribu untuk biaya PDAM.
“Pengeluaran bertambah untuk air saja totalnya Rp100 hingga Rp200 ribu,” keluhnya. 



Lazada Indonesia