Home » Ekonomi » Maskapai Sriwijaya Enggan Menambah Jumlah Penerbangan

Maskapai Sriwijaya Enggan Menambah Jumlah Penerbangan

Maskapai Sriwijaya Enggan  Menambah Jumlah Penerbangan
Sriwijaya saat ini masih belum ada niat mengajukan penambahan penerbangan

TARAKAN- Meski diminta oleh Pemeritah Kota (Pemkot) Tarakan untuk penambahan jumlah flight menjelang Rakernas Apeksi, maskapai Sriwiyaja Air masih enggan untuk melakukan penambahan flight untuk tujuan Tarakan.
Hal ini disampaikan Bayu Priatmoko, Sales Supervsor Sriwijaaya Air District Tarakan. Ia mengapresiasi Pemkot Tarakan dalam menyambut Rakernas Apeksi di kota ini. Hanya saja dari hasil analisis internal pihaknya belum memiiki niat untuk melakukan penambahan filght ataupun pengajuan maskapai dengan kapasitas yang lebih besar.
Tentunya dari hasil kajian, pihaknya memiliki beberapa indikator dalam mengambil keputusan ini. Di antaranya kapasitas jumlah penumpang yang ada saat ini masih cukup layak untuk digunakan dalam melayani penumpang ataupun delegasi setiap kota dengan tujuan Bumi Paguntaka (sebutan lain Kota Tarakan).
Selain itu pihaknya telah memantau penumpang setiap harinya untuk dijadikan acuan pada saat menjelang Rakernas Apeksi yang melibatkan 3000 peserta. Diakuinya pelayanan penerbangan untuk sriwijaya sendiri hanya melayani satu penerbangan perharinya. Kendati demikian, pesawat sriwijaya yang beroprasi tujuan Tarakan ini memiliki kapasitas 189 sheat denga type boeing 737 seri 800.
Selain itu, dari hasil pantauan pihaknya pada tanggal yang mendekati tanggal pelaksanaan Apeksi hingga sata ini jumlah kursi yang terjual masih relatif sedikit dan masuk pada kategori normal. Tidak hanya menjelang Apeksi, memasuki tanggal pelaksanaan juga masih terbilang normal tidak ada pelonjakan penumpang secara segnifikan.
“Sesuai intruksi dari pusat, maskapai kita belum ada rencana penambahan,”tambahnya.
Mengenai isu yang beredar di masyarakat tentang tingginya harga tiket beberapa hari terakhir hingga beberapa minggu kedepan, ia menganggap hal itu merupakan hal yang wajar. Dari tingginya harga tiket, hingga saat ini pihaknya belum pernah melampui batas atas dan batas bawah. Ia mengatakan beberapa faktor tingginya harga tiket pesawat diantaranya jumlah kursi yang belum terjual kian sedikit, selain itu jarak tempuh yang merupakan faktor utama dalam penentuan harga tiket.
“Itu ada aturannya mas dalam menetukan harga tiket, jadi maskapai tidak semena-mena menaikkan harga,” tutupnya. 



Lazada Indonesia