Home » Worldsport » Tranformasi 20 Tahun Zlatko Dalic

Tranformasi 20 Tahun Zlatko Dalic

Tranformasi 20 Tahun Zlatko Dalic
daily mail TAK MENYANGKA: Zlatko Dalic (kiri) bersama kapten Kroasia Luka Modric, pelatih dan pemain penting di balik kelolosan Vatreni ke final Piala Dunia 2018.

MOSKOW - Memori semifinal Piala Dunia 1998 di Prancis langsung menyeruak begitu dipastikan Kroasia berhasil mengalahkan Inggris 2-1 di Stadion Luzhniki, Moskow Kamis (12/7) dinihari kemarin. Untuk kedua kalinya setelah 20 tahun, kedua negara kembali bertemu dan bentrok di partai puncak Piala Dunia 2018 yang saat ini bergulir di Rusia.
Prancis yang sudah terlebih dulu melaju ke final setelah mengalahkan Belgia 1-0 dipastikan bertemu Kroasia di stadion yang sama Minggu (15/7) tengah malam nanti untuk memperebutkan trofi yang empat tahun silam dibawa pulang Jerman. Kendati sempat tertinggal 0-1 lewat gol cepat tendangan bebas pemain Inggris yang di eksekusi Kieran Trippier menit ke-5, namun Kroasia mampu menyamakan skor babak kedua menit 68 lewat Ivan Perisic. Tambahan waktu 2x15 menit jadi petaka bagi The Three Lions yang kebobolan oleh gol Mario Mandzukic menit 109 usai menerima assist dari Perisic.
Sukses Kroasia membuat mereka melewati sejarah 1998 silam kala dikalahkan Prancis 1-2 pada semifinal. Bedanya, saat itu Kroasia gagal setelah lebih dulu unggul sementara di semifinal tahun ini mereka yang lebih dulu tertinggal. Setidaknya Luka Modric dkk sudah menorehkan sejarah dengan kelolosan mereka ke final Piala Dunia 2018 karena melebihi torehan di 1998.
Sementara bagi Inggris, ini membuat mereka menjadi negara kedua yang alami kesialan dari total 19 tim yang tampil di semifinal. Kesialan yang dimaksud adalah keunggulan yang mereka miliki pada babak pertama, gagal membuat mereka mampu melangkah ke partai final.
Khusus untuk pelatih Kroasia Zlatko Dalic, dirinya bertransformasi dalam 20 tahun. Dari suporter di tribune hingga pelatih yang mengantarkan negaranya ke final Piala Dunia 2018. “Pada 1998, saya berada di Perancis untuk menyaksikan tiga pertandingan pertama Kroasia sebagai suporter,” kata Zlatko Dalic usai laga melawan Inggris.
Pada laga fase Grup H Piala Dunia 1998, Kroasia menang atas Jamaika dan Jepang, lalu kalah dari Argentina. Kroasia lolos sebagai peringkat kedua grup. Tim debutan Piala Dunia itu lantas melaju hingga ke semifinal seusai mengalahkan Romania dan Jerman. Davor Suker dkk lantas bertemu tuan rumah Perancis di semifinal. “Semua orang di Kroasia sangat mengingat laga semifinal itu ketika Thuram membuat kami kalah. Kekalahan itu menjadi topik pembahasan di negara kami selama 20 tahun, sampai sekarang!,” ungkap Dalic.
Kalah dari Perancis, Kroasia akhirnya finis sebagai peringkat ketiga Piala Dunia 1998 seusai menang atas Belanda. Antara 1998 dan 2014, tim berjulukan Vatreni tiga kali melangkah ke Piala Dunia. Akan tetapi, Kroasia gagal melangkah lebih jauh dari fase grup. Tren negatif itu berakhir pada Piala Dunia 1998 tersebut.
Laga itu juga menjadi kesempatan Dalic membalas rasa kecewa 20 tahun lalu. Ketika dia pada pengujung karier sebagai pesepak bola profesional, melihat negaranya gagal melangkah ke final.
“Tidak, ini bukan soal balas dendam. Ini soal sepakbola. Kami belum mendapatkan trofi. Akan tetapi, kalau Tuhan menginginkan kami juara, maka hal itu akan terjadi,” ucap Dalic. 



Lazada Indonesia