Home » Planet Football » Lanjutkan Tradisi Intermilan di Piala Dunia

Lanjutkan Tradisi Intermilan di Piala Dunia

Lanjutkan Tradisi Intermilan di Piala Dunia
ivan perisic

MOSKOW - Ada catatan yang terus dipertahankan Inter Milan di final Piala Dunia. Menyusul kelolosan Kroasia usai menyingkirkan Inggris lewat kemenangan 2-1 dinihari kemarin.
Ivan Perisic menciptakan gol penyama Kroasia di babak kedua untuk menyeimbangkan keduduk­an menjadi 1-1 yang bertahan sampai waktu normal pertanding­an. Striker Kroasia Mario Mandzukic menjadi pembeda setelah golnya di babak perpanjangan waktu memastikan timnya melangkah ke final.
Dikutip dari FIFA, sukses Kroasia itu menandai bahwa setidaknya selalu ada pemain Inter di final Piala Dunia sejak 1982. Perisic bersama Marcelo Brozovic meneruskan tradisi itu saat Kroasia melawan Prancis di akhir pekan nanti Tradisi tersebut dimulai ketika trio Giuseppe Bergomi, Gabrielle Oriali, dan Alessandro Altobelli mengantar Italia menjadi juara usai mengalahkan Jerman Barat 3-1.
Pada 1986, Karl-Heinze Rumenigge mencetak satu gol saat Jerman Barat dikalahkan atas Argentina 2-3 di Meksiko. Rummenigge, yang kini menjadi bos Bayern Munich, tiga tahun mem­bela Inter di antara 1984-1987.
Di Roma 1990, ada tiga pemain Inter yang semuanya memperkuat Jerman Barat di final. Mereka adalah Andreas Brehme, Juergen Klinsmann, dan Lothar Matthaeus yang membawa negaranya meraih gelar juara dunia ketiga usai mengalahkan Argentina 1-0. Brehme jadi pahlawan Jerman Barat dengan gol penalti di menit-menit akhir.
Empat tahun kemudian di Amerika Serikat, Nicola Berti sukses mengantar Italia melaju ke final. Sayang sekali, winger kanan Inter itu mesti patah hati setelah Italia takluk lewat adu penalti 2-3 di tangan Brasil usai berimbang 0-0 sampai extra time.
Selama lima tahun membela Inter, Ronaldo dua kali tampil di final Piala Dunia 1998 dan 2002 bersama Brasil. Di final 20 tahun silam, Ronaldo berhadapan dengan rekan seklubnya, Youri Djorkaeff yang mengantar Prancis juara dunia untuk pertama kalinya. Namun, di Yokohama, Jepang empat tahun kemudian Ronaldo berhasil melakukan penebusan dengan memimpin Selecao meraih titel juara kelima, atau yang terakhir sampai saat ini. 



Lazada Indonesia