Home » Utama » Jalur Ilegal Tanggungjawab Siapa?

Jalur Ilegal Tanggungjawab Siapa?

Jalur Ilegal Tanggungjawab Siapa?
SUASANA FGD yang digelar mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Ampera Nunukan, Kamis (12/7).

NUNUKAN - Untuk menguak perlintasan ilegal yang banyak dilakukan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Nunukan membuat mahasiswa yang tergabung Aliansi Ampera menggelar Focus Group Discusion (FGD) di aula BKPSDM Nunukan, sekitar pukul 08.00 Wita, Kamis (12/7).
Diskusi dihadiri sejumlah instansi yang berwenang baik dari Pemkab, TNI, Polri, LSM, BP3TKI, Imigrasi, KSOP dan lainnya. Diskusi mengangkat tema Jalur Ilegal Tanggungjawab Siapa?. Mereka menuntut kebenaran kasus kecelakaan speedboat di Sebatik, Nunukan.
Koordinator Crisis Center BP3TKI Nunukan Nur Bintang mengatakan, bahwa mereka di Sebatik banyak menggunakan surat cuti. Tapi, mereka kebanyakan menyalagunakan surat cuti tersebut.
“Kalau kemarin, atasan saya dari sipil. Nah sekarang sudah berganti dari Militer. Tentu dua kepimompinan ini berbeda. Sekarang lebih kepada hukum. Sekarang kalau tidak ada bukti bekerluarga, maka TKI tidak bisa dikasih,” terangnya.
Sementara perwakilan Polres Nunukan, menyampaikan bahwa kasus kecelakan speedboat di Sebatik hingga kini masih melakukan penyelidikan. Sekarang sudah ada dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka dan satu orang masih buron.
Dia mengatakan sudah beberpa calo TKI yang berhasil ditangkap karena ingin membawa TKI secara ilegal ke Malaysia.
“Kalau ada yang mengetahui mengenai TKI ilegal dan perlintasan ilegal jangan segan-segan melapor. Kita akan segera tindaklanjuti,” terangnya
Kemudian perwakilan dari TNI AL juga mengaku hal serupa. Dia meminta agar mahasiswa diberikan fasilitas, jangan bergerak sendiri. Begitu juga dengan pengakuan Imigrasi Nunukan yang sejauh ini sudah melakukan yang terbaik dalam penanganan TKI ilegal. 



Lazada Indonesia