Home » Utama » Antisipasi Karhutla, Kodim 0910 Latihan Gladi Posko

Antisipasi Karhutla, Kodim 0910 Latihan Gladi Posko

Antisipasi Karhutla, Kodim 0910 Latihan Gladi Posko
DIBUKA : Kasrem 091/ASN membuka latihan Gladi Posko Tahap I TA 2018, di Kodim 0910 Kabupaten Malinau.

MALINAU – Dalam rangka pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Malinau, Kodim 0910 Malinau melakukan penguatan secara internal melalui latihan Gladi Posko Tahap 1 TA 2018.
Dandim Letkol Kav Yudi Suryatin menjelaskan, Gladi Posko I salah satu kegiatan yang telah diprogramkan Korem 091/ASN. Dimana, latihan itu merupakan lanjutan dari latihan-latihan sebelumnya yang digelar secara bertahap, bertingkat dan berlanjut. “Kebetulan Kodim 0910 yang menjadi melaksanakan di tahun ini,” kata Yudi kepada Koran Kaltara, Selasa (10/7).
Yudimengatakan, latihan itu untuk meningkatkan hubungan internal antara pimpinan atau komandan satuan dengan staf-staf di lingkungan Kodim 0910 Malinau.
“Jadi dari latihan ini akan dinilai, bagaimana mekanisme hubungan antara komandan dengan staf yang ada di Kodim,” katanya.
Apalagi, kata dia, dalam hal penanganan kebakaran hutan dan lahan. Yang dimana diketahui juga, selama ini masih ditemui kejadian kebakaran hutan dan lahan di tengah masyarakat.
“Nah untuk mengatasi hal itu, bagaimana koordinasi antara pimpinan atau komandan, begitu pula dengan perwira yang dibawah seperti staf. Disitu akan dilihat,” jelasnya.
Selain penguatan internal, kata dia, personil juga dilatih hubungan dengan eksternal dalam hal ini Pemerintah Daerah, lembaga terkait seperti Kepolisian, Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan dan instansi lainnya.
“Jadi setiap anggota juga dilatih, bagaimana koordinasi dengan instansi lainnya ketika menghadapi kebakaran hutan dan lahan itu. Baik dari PDAM bahkan sampai ke perusahaan jika mereka memiliki persediaan air tentu bisa dilibatkan,” terang Yudi.
Oleh sebab itu, Yudi mengatakan, bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan ini tidak hanya dilakukan oleh Kodim sendiri. Melainkan, perlu keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.
“Paling tidak mengatasi permasalahan terutama musibah kebakaran hutan itu, kita sudah harus siap. Bahkan harus tahu tugas dan tanggungjawab masing-masing. Kalau nantinya terjadi kebakaran. Jadi jangan sampai ketidaksiapan kita, begitu dilapangan jadi amburadul,” terangnya.
Dia berharap, dari latihan ini bisa memberikan suatu penilaian yang baik terhadap kinerja antara hubungan komandan dan staf. Begitu pula hubungan dengan antara eksternal, dalam hal ini pemerintah daerah dan instansi terkait.
“Mudah-mudahan ketika ada terjadi musibah, melalui pelatihan ini semua bisa memahami dengan tugas dan tanggungjawab masing-masing,” pungkasnya. 



Lazada Indonesia