Home » Utama » Kasus Pungli di Bunyu Dilimpahkan ke Samarinda

Kasus Pungli di Bunyu Dilimpahkan ke Samarinda

Kasus Pungli di Bunyu Dilimpahkan ke Samarinda
DILIMPAHKAN - Oknum pegawai KUPP Kelas II Bunyu (Topi Hitam) saat akan diberangkatkan menuju Samarinda untuk selanjutnya di serahkan ke pengadilan Tipikor Samarinda.

TANJUNG SELOR – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulungan melimpahkan kasus Pungutan Liar (Pungli) dengan tersangka RSN, yang terjadi di Syahbandar Bunyu ke pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Samarinda. Siding kasus yang terungkap lewat Operasi Tangkap Tangan (OTT) ini, harus dilakukan di Samarinda, karena di Bulungan belum ada Pengadilan Tipikor untuk menyelesaikan kasus-kasus tindak korupsi.
“Makanya, mau tidak mau kita harus terpaksa limpahkan kasus ini di pengadilan Tipikor Samarinda,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bulungan Erick Folanda melalui Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Andi Aulia Rahman, Kamis (12/7).
Ia mengungkapkan, tidak hanya berkas dari kasus tersebut yang dilimpahkan. Melainkan, tersangka dalam kasus tersebut juga akan dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II A Sempaja, Samarinda.
Dilanjutkannya, untuk jadwal persidangan tersangka sendiri nanti akan disesuaikan dengan waktu yang ditentukan oleh pengadilan Tipikor Samarinda. Sedangkan untuk para saksi nantinya, pihak Kejari akan mendatangkan saksi berasal dari Kabupaten Bulungan termasuk pihak kepolisian dari Polres Bulungan.
“Kalau untuk para saksi, nanti kita akan datangkan sendiri ke Samarinda. Termasuk juga tim JPU (Jaksa Penuntut Umum) nantinya akan bolak balik. Biasanya itu, untuk jadwal persidangan pertama di Tipikor, 2 minggu setelah dilimpahkan baru ada jadwal,” jelas dia.
Untuk berkas perkara dalam kasus tersebut diakuinya sudah dilengkapi. Karena, untuk melengkapi berkas dalam kasus tersebut, pihaknya kerap melakukan koordinasi dengan pihak Polres Bulungan. “Untuk berkasnya, tidak ada masalah. Karena, sebelum di serahkan kepada kami, berkasnya ini kan disiapkan oleh pihak kepolisian juga,”imbuhnya.
RSN sendiri merupakan seorang oknum pegawai Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Bunyu yang tertangkap tangan melakukan Pungli terhadap Agen Pelayaran PT. Bahari Eka Nusantara. RSN berhasil diamankan oleh tim Saber Pungli dikantornya sendiri yang terletak di Jalan Dermaga RT 003, Desa Bunyu Barat, 23 Februari lalu. Setelah tertangkap tangan melakukan Pungli, kasus RSN sendiri terus di dalami oleh pihak kepolisian.
Alhasil, selain mengamankan dua amplop berisi uang Rp1,4 juta dan Rp 1,8 juta saat di grebek, tim Saber Pungli juga menyita uang sebear Rp 44.200.000 hasil pungli di dua ATM berbeda. Bahkan, dalam kasus tersebut kepala KUPP kelas II Bunyu Andi Jaya juga sempat mendapatkan pemanggilan kepolisian untuk menjadi saksi. Dalam proses penyidikan, Andi Jaya di cecar sebanyak 25 pertanyaan terkait kasus OTT yang menimpa anggotanya.
“Tersangka kita kenakan pasal 12 Huruf P Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan maksimal hukuman penjara seumur hidup,” pungkas Aulia. 



Lazada Indonesia