Home » Utama » Tak Kunjung Dibangun, 5 Tahun Murid SDN 019 Numpang

Tak Kunjung Dibangun, 5 Tahun Murid SDN 019 Numpang

Tak Kunjung Dibangun,  5 Tahun Murid SDN 019 Numpang
NUMPANG – Hingga saat ini SDN 019 Tanjung Selor masih menumpang di SDN 003 Tanjung Selor untuk melakukan belajar mengajar, diharapkan fasilitas sekolah segera dibangun.

TANJUNG SELOR – Tahun ini, 2018 adalah tahun kelima murid SDN 019 Tanjung Selor harus melakukan proses belajar mengajar hingga Ujian Akhir dengan menumpang di bangunan dan fasilitas milik SDN 003 Tanjung Selor. Hal ini dikarenakan pembangunan sekolah tersebut tak kunjung terealisasi.
Terkait fakta itu, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Bulungan Drs Syafril mengatakan, pemenuhan fasilitas pendidikan menjadi komitemen Pemerintah Daerah. Namun demikian, lagi-lagi pihaknya masih terbentur dengan kondisi keuangan daerah yang terbatas saat ini. Dirinya juga tak mempungkiri masih banyak “PR” pemerintah daerah di bidang pendidikan. Termasuk persoalan SDN 003.
“Nah, ini Disdikbud (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) yang bisa menindaklanjuti. Harapan kita bisa segera. Jangan sampai campur-campur (proses belajar mengajar) lagi. Sebelumnya memang masih terkendala lahan, yang sempat disengketakan. Tapi sekarang sudah clear (selesai),” ungkap Syafril .
Dirinya mengaku, dengan kondisi saat ini pelaksanaan belajar dan mengajar di kedua sekolah itu, terutama para murid SDN 019 menjadi tak maksimal. Karena bangunan digunakan bersamaan. Atas kondiri itu, menurutnya Disdikbud diharapkan memaksimalkan peran. Terutama melalui sejumlah peluang bantuan dari pemerintah pusat, dalam hal ini ke Kementerian terkait.
“Pastinya ini tetap menjadi atensi kita untuk memperbaiki pelayanan dan pemenuhan fasilitasnya. Kasihan juga anak-anak belajarnya. Karena pasti yang belajar pagi pulangnya dipercepat, karean disambung lagi mereka yang menggunakan dijam siang hingga sore hari. Tapi, terlepas dari itu sejauh ini Disdik juga sudah berperan cukup baik. Tinggal dimaksimalkan sementara gunakan yang ada dulu,” tandasnya.
Terpisah, Sekretaris Disdikbud Bulungan Yunus Luhat menjelaskan, sekitar tahun 2012 lalu, sempat dianggarkan untuk pembangunan gedung baru atau rehab total SDN 019. Dengan nilai sekitar Rp19 miliar. Namun karena saat itu, masih ada masalah dengan lahan yang disengketakan akhirnya anggaran itu dikembalikan.
“Ini jadi pelajaran bagi kita. Sayang, anggaran ada, tapi tak bisa diamanfaatkan. Kondisi saat ini berbeda dengan lalu. Lahan sudah siap, tapi anggaran belum ada. Kita berusaha berjuang di pusat, tidak lagi terpangku di daerah. Syarat utama agar bisa dapat bantuan itu Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Itu yang sudah kita lakukan, termasuk SDN 19 itu juga kita perjuangkan,” ungkapnya.
Di 2018 ini, progress pembangunan SDN 19 masih belum ada apa-apa. Namun Bulungan masih beruntung. Pasalnya oleh Kemendikbud diberi kucuran anggaran melalui DAK untuk pembanguan SMP di Apung. “Kami tetap berjuang menyiapkan sarana dan prasarana untuk pendidikan di Bulungan. Kami juga sampaikan kondisi SD 19 ini ke kementerian, bukan hanya di APBD karena pasti terbatas,” kata Yunus.
Dirinya berharap, kejadian seperti SDN 19 tidak ada lagi, karena efeknya banyak apalagi bagi anak didik. “Semoga tidak ada lagi oknum masyarakat yang kemudian mempermasalahkan lahan seperti itu,” ungkap dia. Minimnya fasilitas sekolah, dalam hal ini bangunan dan ruang kelas, sedikit banyak berpengaruh pada kualitas pendidikan itu sendiri.
Diketahui sebelumnya rencana rehab total atau pembangunan ulang SD yang dibangun pertama kali sejak 1954 itu, akan dikerjakan oleh PT Pulau Perkasa dan PT Restu Agung Perkasa pada 29 Januari 2013. Namun pembangunan ini belum bisa dilakukan, karena adanya sengketa lahan sekolah itu.
Permasalahan ini muncul, sebagai buntut dari tidak adanya kesepakatan dan titik temu dari kedua pihak yang bersengketa. Yaitu antara Pemkab Bulungan dalam hal ini diurusi Disdikbud Bulungan dengan pihak ahli waris lahan yang ditempati bangunan SD tersebut. Namun saat ini persoalan itu sudah tuntas, dan dimenangkan oleh pemerintah. 



Lazada Indonesia