Home » Utama » Realisasi Keuangan Bulungan Masih di Bawah 50 Persen

Realisasi Keuangan Bulungan Masih di Bawah 50 Persen

Realisasi Keuangan Bulungan  Masih di Bawah 50 Persen
DIKEJAR – Kepala BPKSD Bulungan P. Tumanggor saat menjelaskan realisasi keuangan Bulungan semester pertama 2018, dipastikan hingga akhir tahun capaian bisa dikejar hingga selesai.

TANJUNG SELOR – Bukan hanya realisasi kegiatan yang masih di bawah 50 persen, pada semester pertama 2018 ini, realisasi keuangan Pemkab Bulungan juga belum mencapai 50 persen.
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bulungan P Tumanggor mengatakan, jika melihat angka yang ada pada dasarnya realisasi masih relatif kecil. Dari rencana belanja daerah Rp.978.165.552.631,11, hingga saat ini realisasi belanja masih di angka Rp90.805.302.229,67, atau sekitar 37,13 persen.
“Dari seluruh rencana belanja, realisasi masih sekitar Rp90 miliaran itu, atau masih sekitar 37 persen. Memang kalau secara logika di semeter pertama ini mestinya sudah 50 persen. Sejauh ini memang realisasi yang besar baru belanja pegawai dan belanja barang dan jasa,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (12/7).
Selain itu, lanjutnya, belanja pegawai cukup besar itu karena adanya kebijakan baru dari pemerintah pusat, tepatnya di Juni dan Juli 2018 yang cukup besar. Seperti untuk kewajiban pembayaran THR (Tunjangan Hari Raya) dan juga gaji 13.
“Tahun ini ada perubahan dalam porsi pengelolaan anggaran. Ada dua hal yang sangat berubah, yakni pertama komponen gaji pegawai yang termasuk, tunjangan jabatan yang sebelumnya hanya gaji pokok. Kemudian ditambah adanya komponen TPP,” katanya.
Lebih jauh kata Tumanggor, jika dipresentasikan, belanja pegawai di 2018 yang dianggarkan Rp553.485.641.909,29, saat ini realisasinya sudah Rp211.917.047.804 atau sekitar 39,72 persen. “Nah, jelas belanja pegawai lebih besar realisasi dari rata-rata keseluruhan. Tapi tidak apa, karena setelah ini atau mulai Agustus nanti realisasi secara menyuluruh pasti akan lebih baik. Apalagi untuk realisasi kegiatan fisik pasti mengalami peningkatan. Pasti banyak kegiatan yang termin (pencairan) anggaran juga,” katanya.
Menurut Tumanggor, untuk belanja modal di akhir tahun tahun, baru mengalami peningkatan realisasinya. Meski saat ini masih dibawah 50 dirinya optimis realisasi keuangan bisa dimaksimalkan hingga akhir tahun. Mengantisipasi hal itu pihaknya juga menerapkan sistem jemput bola, terutama bagi OPD yang reallisasi keuangannya masih rendah.
“Kita upayakan sebelum Desember bisa tuntas, tidak lagi kita dikejar hingga 31 Desember biasanya masih lembur. Sejak 2017 lalu, November kita sudah kejar realisasi, setiap dinas kita atensi untuk menyegerakan, sehingga realisasi kita pasti bisa lebih besar. Tim kami keliling langsung ke dinas, meski ada edaran sejak dulu namun untuk memaksimalkan itu kita harus jemput bola,” pungkasnya. 



Lazada Indonesia