Home » Politik » Pengisian Silon Caleg 2019 Hampir 100 Persen

Pengisian Silon Caleg 2019 Hampir 100 Persen

Pengisian Silon Caleg 2019  Hampir 100 Persen

JAKARTA - Partai politik yang akan mendaftarkan calegnya harus mengisi Sistem Informasi Pencalonan (Silon). KPU mengatakan saat ini pengisian Silon mencapai 100 persen.
“Ya hampir 100 persen (masing-masing parpol) sudah mengisi Silon,” kata Komisioner KPU Wahyu Setiawan di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (12/7).
Wahyu mengatakan pengisian Silon oleh partai politik berjalan lancar. Menurutnya tidak ada kesulitan yang dilaporkan oleh parpol.
“Tidak ada masalah terkait pengisian Silon, kami dapat laporan bahwa parpol tidak ada kesulitan dalam mengisi Silon,” ujar Wahyu.
Silon sendiri menjadi syarat wajib bagi partai politik untuk mendaftarkan calegnya. Silon ini berisikan informasi diri atau data caleg yang akan didaftarkan.
Meskipun demikian, belum ada parpol yang datang melakukan pendaftaran. Menurut Wahyu yang harus dilakukan parpol saat ini adalah membawa dokumen pendaftaran bakal calon anggota legislatif.
“Jadi yang belum dilakukan parpol adalah datang ke KPU, membawa dokumen pendaftaran bakal calon anggota DPR RI. Tapi dalam pengisian silon parpol tidak ada kesulitan,” kata Wahyu.
Diketahui sampai hari ke 9 kemarin, belum ada partai yang datang mendaftarkan calegnya. Pendaftaran sendiri telah dibuka sejak tanggal 4 Juli 2018, dan akan berakhir pada tanggal 17 Juli 2018.
Hal ini dibenarkan Ketua KPU, Arief Budiman. Ia mengatakan belum ada satu parpol pun yang mendaftarkan calegnya ke KPU. KPU masih menunggu parpol peserta pemilu mendaftarkan calegnya ke KPU hingga batas waktu yang telah ditentukan.
Arief menjelaskan cara-cara pendaftaran caleg tersebut. Masing-masing partai politik harus mendaftarkan bakal calonnya sesuai dengan daerah pilih di masing-masing tingkatan.
“Kalau bacaleg DPRD kabupaten atau kota didaftarkan oleh pengurus partai tingkat kabupaten atau kota di KPU kabupaten atau kota,” ujar Arief.
Sementara, untuk bakal caleg di tingkat provinsi, pengurus partai tingkat provinsi ke KPU provinsi lah yang akan mendaftarkannya. “Begitu seterusnya. Kalau provinsi ada DPD juga,” kata Arief.
Saat didaftarkan, bakal caleg hanya boleh diajukan oleh satu parpol di satu daerah pilih dalam satu tingkatan dewan perwakilan. Mereka pun harus memasukkan data lewat Silon (Sistem Informasi Calon). Ini dilakukan agar tak ada lagi bakal caleg ganda, baik di parpol, daerah pilihan maupun pada tingkatan dewan perwakilan yang berbeda.
“Dulu sebelum kita punya sistem ini hal semacam ini terjadi (bakal caleg ganda). Ketahuannya baru mau pas ditetapkan DCT (daftar calon tetap). Nah, itu kan merepotkan,” terangnya.
Menurut dia, penggunaan Silon dapat memudahkan banyak pihak, bukan hanya bagi penyelenggara dan partai politik, namun juga bagi masyarakat. Lewat Silon, mereka dapat melakukan pengecekan terhadap data maupun riwayat bakal caleg yang didaftarkan. KPU pun telah memberikan akun untuk mengisi Silon tersebut.
“Jadi 30 hari sebelum tanggal 4, sudah kita berikan akunnya, username dan password,” tandasnya.



Lazada Indonesia