Home » Politik » Gerindra Tunda Teken Pakta Integritas Bawaslu

Gerindra Tunda Teken Pakta Integritas Bawaslu

JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) berkunjung ke DPP Partai Gerindra di Jalan Harsono RM No 54, Ragunan. Kedatangan Bawaslu diterima oleh Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani.
Dalam kunjungannya, Bawaslu melakukan sosialisasi pemilu. Sekaligus, menyinggung hajat pemilu bersih, terpercaya dan bermartabat tidak hanya oleh seluruh stakeholder pemilu termasuk partai politik.
“Kemurnian demokrasi lewat Pilpres dan Pemilu menjadi kehendak dan keinginan kita. Kita tidak ingin kesucian demokrasi ternodai oleh berbagai macam langkah-langkah kecil yang bisa coreng kemurnian atau kesucian demokrasi itu,” ujar Muzani, Kamis (12/7).
Prabowo tidak bisa menghadiri pertemuan itu karena sedang berada di luar negeri.
“Hari ini Pak Prabowo tidak bisa menemani kami menyambut kehadiran kawan Bawaslu karena beliau posisi sekarang masih ada di Luar Negeri,” ungkap dia.
Ketidakhadiran Prabowo membuat Partai Gerindra menunda meneken pakta integritas.
“Penandatanganan pakta integritas belum bisa dilakukan karena penandatanganan domain ketua umum. Kami harus sampaikan konsep ini ke ketua umum untuk dibaca dan dipelajari setelah itu nanti ketua umum akan ambil keputusan menandatangi,” ujar dia.
Di tempat yang sama, Ketua Bawaslu RI, Abhan, mengatakan ada beberapa poin di pakta integritas. Prinsipnya Bawaslu mendorong dan meminta komitmen partai politik untuk nantinya mengusung mendaftarkan politisi-politisi yang bersih.
“Yang tidak bermasalah dengan masalah hukum baik terkait dengan tindak pidana korupsi, teroris, narkoba dan kejahatan seksual,” ujar dia.
Selain itu, Abhan menambahkan dengan Partai Gerindra juga membicarakan proses rekrutmen caleg. Antara lain menghindari adanya mahar politik.
“Proses rekrutmen ini tidak ada money politik di dalamnya jadi apa yang disebut dan juga terkait dengan keterwakilan perempuan di dalam pendaftaran 30 persen perempuan juga harus dipenuhi parpol,” tutup dia.



Lazada Indonesia