Home » Nasional » Kebayoran Diguncang Ledakan Dahsyat

Kebayoran Diguncang Ledakan Dahsyat

Kebayoran Diguncang Ledakan Dahsyat
PORAK PORANDA: 11 ruko di Grand Wijaya II di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, rusak akibat ledakan dari tabung gas pada Kamis (12/7) pagi. (Foto: Antara)

JAKARTA – Ledakan dahsyat yang memorak-porandakan sebuah rumah toko atau ruko Grand Wijaya II di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (12/7) subuh. 11 ruko rusak dan lima orang luka-luka akibat serpihan kaca dalam insiden tersebut.
Salah satu saksi yang merupakan pemilik warung kaki lima bernama Oban Sobana (42) menceritakan kedahsyatan ledakan tersebut. “Merasa ada yang bangunin. Saya langsung loncat (ke sebelah kiri), pas saya loncat tahu-tahu besi sudah terlempar,” ujarnya di lokasi.
Awalnya, Soban mengira getaran tersebut adalah gempa. Namun dirinya mengetahui jika itu ledakan setelah melihat barang-barang yang terlempar.
“Dikira gempa, saya saking kagetnya saya enggak ngomong hampir lima belas menit. Saya alhamdulillah diselamatkan. (Ledakan) Bukan getar lagi tapi getarannya terasa sampai lima puluh meter,” tuturnya.
Polisi memastikan ledakan berasal dari tabung gas 12 kilogram (kg) yang bocor di lantai satu yang merupakan ruang dapur sebuah kantor konsultan hukum.
Berdasarkan olah tempat kejadian perkara, polisi memastikan tidak ada korban meninggal. Namun, lima orang mengalami luka-luka, di antaranya tiga karyawan ruko dan dua pedagang kaki lima di sekitar lokasi ledakan.
“Setelah kita analisis, ternyata ada 11 ruko yang terkena kerusakan akibat ledakan itu. Di antaranya paling banyak kaca-kaca dinding ruko pecah,” jelas Kapolres Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar kepada wartawan di lokasi, Kamis (12/7).
Indra tidak memerinci ruko apa saja yang terkena dampak ledakan. Sekadar untuk diketahui, di barisan ruko tersebut, selain perkantoran, juga ada beberapa tempat hiburan. Tempat hiburan yang sederet dengan lokasi ledakan dipastikan aman.
“Kita lihat memang posisinya ledakan itu menyebabkan kerusakan yang cukup berat. Kita belum bisa hitung berapa kerugian akibat ledakan kebocoran gas, masih dianalisis lebih dalam,” ungkapnya.
Indra menuturkan, kebocoran terjadi pada regulator tabung yang mengeluarkan gas kemudian diduga terpecik “stop contact” otomatis sehingga terjadi ledakan.
“Kemudian dipicu percikan api yang mungkin itu asalnya dari, apakah otomatis sakelar di dalam, sehingga muncul api dan itu yang jadi pemicu sehingga jadi ledakan,” tambahnya.
Menurutnya, polisi memeriksa lima saksi terkait insiden ini. “Kita periksa lima saksi yang berada di lokasi kejadian,” kata Indra. Kelima saksi itu terdiri dari dua orang pedagang, tiga orang dari petugas kebersihan dan petugas keamanan.
Petugas memeriksa saksi yang juga menjadi korban akibat ledakan itu yakni salah satu penjual rokok yang berada di depan ruko lokasi ledakan. 



Lazada Indonesia