Home » Headline » Musnahkan Media Pembawa Hama asal Luar Negeri

Musnahkan Media Pembawa Hama asal Luar Negeri

Musnahkan Media Pembawa Hama asal Luar Negeri
DIBAKAR : Inilah tangkapan yang selundupkan dari Malaysia berhasil digagalkan oleh TNI AL beberapa waktu lalu.

NUNUKAN - Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas ll Tarakan Wilayah Kerja Nunukan, akhirnya memusnahkan seluruh tangkapan yang diserahkan. Tangkapan ini merupakan kumpulan barang sejak Oktober 2017 hingga Juni 2018.
Kepala BKP Kelas II Tarakan Wilayah kerja Nunukan, Nuralim mengatakan, seluruh Media Pembawa (MP) Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Organisme Penggangu Tumbuhan Karantina (OPTK) dari Tawau Malaysia ke Nunukan, Indonesia. Hal ini juga tak terlepas dari pengungkapan yang dilakukan oleh Pangkalan TN I AL Nunukan, Satgas Pamtas Yonif 621/Manuntung Nunukan.
“Media pembawa yang berhasil digagalkan pemasukannya oleh Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan Wilayah Kerja Nunukan dilakukan di Pelabuhan Tunontaka Nunukan,” terangnya usai pemusnahan semua media pembawa hama, Kamis (12/7) kemarin.
Sedangkan Satgas Pamtas Yonif 621 Manuntung Nunukan berhasil menggagalkan pemasukan ilegal MP HPHK dan 0PTK sebanyak 3 kali pada 1 April 2018, saat pemeriksaan rutin di Pos Bukit Keramat dan 25 Mei 2013 di Dermaga Lalosalo Sebatik. Dan tanggal 26 Juni, saat patroli di dermaga Haji Putri.
Sementara, Pangkalan TNI AL Nunukan juga telah berhasil menggagalkan pemasukan ilegal MP HPHK yang berasal dari Tawau-Malaysia. Saat itu, Selasa (5/6) lalu, Tim Reaksi Cepat XIII Lanal Nunukan berhasil manggagalkan penyelundupan satu ton lebih daging ilegal di Muara Tanjung Ahus Perairan Sebatik. Dikarenakan tidak memenuhi persyaratan karantina sesuai dengan pasal 5 UU R1 No.16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, lkan dan Tumbuhan. “Semuanya langsung diserahkan ke Karantina,” terangnya lagi.
Setidaknya ada 2.514 Kg daging yang dimusnahkan yang terdiri dari daging kerbau, sapi, daging ayam, sosis ayam, daging kuda, burger ayam, bakso ayam, nuget, dan tulang sapi. Sementara itu, untuk ayam hidup ada 19 ekor.
Kemudian untuk tumbuhan yang dimusnahkan beragam, mulai dari bibit kelapa, berondolan kelapa sawit, wortel, cabai keriting, sayuran campuran, benih kelapa sawit, brokoli, benih jagung manis, bibit kelapa, rambutan jambu dan buah jagung. Selain itu, ada 230 batang kelapa sawit yang digagalkan di wilayah Sebatik.
Lanujut dia, berdasarkan ketentuan dalam UU Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, lkan dan Tumbuhan maka perlu dilakukan pemusnahan lantaran semua media pembawa hama ini tidak dilengkapi sertifikat kesehatan pejabat yang berwenang di negara asal. “Kemudian tidak melalui tempat pemasukan yang telah ditetapkan. Tidak dilaporkan kepada petugas karantina, serta berasal dari negara yang sedang berjangkit penyakit hewan menular dapat membahayakan kesehatan hewan, tumbuhan dan atau manusia,” ujarnya.
Pemusnahan ini disaksikan oleh instansi terkait yaitu Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Nunukan, Komandan Pangkalan TNI AL Nunukan, Kodim 911 Nunukan, Kapolres Nunukan, Komandan Satgas Pamtas Yonif 6121/Manuntung Nunukan, Kepala Bea Cukai Nunukan, Imigrasi Kelas II Nunukan. KSOP Nunukan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab.Nunukan, PT.Pelindo IV Nunukan, Karann’na Ikan Nunukan, serta petugas Balai Karantina Pertanian Kelas Il Tarakan. 



Lazada Indonesia