Home » Headline » Kaltara Masuk Program Indonesia Merdeka Sinyal 2020

Kaltara Masuk Program Indonesia Merdeka Sinyal 2020

Kaltara Masuk Program  Indonesia Merdeka Sinyal 2020

TANJUNG SELOR - Tower telekomunikasi yang belum dilengkapi BTS (Base Transceiver Station), akan difasilitasi pemerintah pusat. Lokasinya berada di Kabupaten Bulungan sebanyak empat titik dan di Kabupaten Nunukan sebanyak dua titik. Demikian dikonfirmasi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan Utara (Kaltara), Syahrullah Mursalin.
Syahrullah optimis realisasi akan cepat terlaksana. Mengingat tower yang ada sudah dilengkapi dengan catu daya listrik. Sehingga sudah ada jaminan energi sebagai sumber operasional.
“Kita tinggal menunggu realisasi penempatan BTS-nya dari BP3TI ( Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika). Kalau untuk fisik menara dan power catu daya sudah tersedia,” terang Syahrullah kepada Koran Kaltara, Kamis (12/7).
Berbicara soal titik blank spot di Bumi Benuanta - Sebutan Kaltara. Syahrullah menjelaskan difasilitasi dalam program nasional Indonesia Merdeka Sinyal 2020. Wilayah yang menjadi prioritas yakni Kabupaten Bulungan, Kabupaten Tana Tidung (KTT) dan Kota Tarakan.
“Targetnya memang tidak hanya wilayah perbatasan saja. Melainkan juga menyasar area perkebunan, perikanan dan juga pulau terluar di daerah yang belum dilirik pihak swasta,” kata Syahrullah.
Soal titik yang berada di perbatasan, diakuinya sudah rampung diselesaikan melalui Program Nasional BTS Perbatasan di tahun 2017. Dimana pada waktu itu, Pemerintah pusat memprioritaskan Kabupaten Nunukan dan Kabupaten Malinau karena masuk dalam Lokasi Proyek Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) dan Lokasi Prioritas (Lokpri) Kemenkominfo.
“Wilayah perbatasan sudah difasilitasi program nasional USO 2.000 Menara BTS Perbatasan yang selesai di tahun 2017. Saat ini dengan program yang baru, memfasilitasi daerah yang belum terakomodir,” ulas Syahrullah.
Menurutnya yang harus digarisbawahi, Pemerintah Provinsi dituntut bersikap proaktif untuk meminta perhatian lebih dari pemerintah pusat. Hal ini mengingat fokus pemerintah pusat yang sudah bergeser dari Utara Indonesia ke wilayah timur Indonesia.
“Kami sudah sampaikan kepada Pemerintah pusat. Namun jawaban mereka, saat ini fokus perhatian sudah beralih ke wilayah timur. Ini tantangannya bagi kami,” tutup Syahrullah.



Lazada Indonesia