Home » Headline » Lima Kelompok Anak Dapat Perhatian

Lima Kelompok Anak Dapat Perhatian

TANJUNG SELOR - Kementerian Sosial (Kemensos) pada halaman resminya mencatat, ada lima kelompok anak yang mendapat prioritas dalam Rencana Strategis (Renstra) Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA) Periode 2015 - 2019. Kelompok ini, mendapat perhatian khusus karena sangat rentan diperlakukan secara salah dan tidak terpenuhi kebutuhan sosial dasarnya.
Secara rinci, lima kelompok ini meliputi Anak Penyandang Disabilitas (APD), Anak Berkonflik dengan Hukum (ABH), Anak Memerlukan Perlindungan Khusus (AMPK), Anak Balita Terlantar (ABT) dan Anak Terlantar atau Anak Jalanan (Antar/Anjal).
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kalimantan Utara (Kaltara), Sugiono mengatakan, persoalan kelompok anak tersebut memang menjadi salah satu fokus di skala nasional. Kendati demikian, ia menilai saat ini tingkat kompleksitasnya belum tergolong tinggi di Bumi Benuanta - Sebutan Kaltara. Namun yang menyita perhatian, pada beberapa daerah dengan tingkat kepadatan penduduk tinggi, tidak dipungkiri mempengaruhi kuantitas kasus yang muncul.
“Kelompok anak dengan permasalahan seperti ini memang ada. Tapi Alhamdulillah di Kaltara belum menjadi permasalahan sosial yang besar,” terang Sugiono usai Rapat Koordinasi Pembentukan Unit Pelayanan Program Kesejahteraan Sosial Anak (UP-PKSA), Kamis (12/7).
Kendati demikian, pihaknya berupaya bisa menutup celah munculnya kelompok anak yang mengalami persoalan sosial. Baik yang berasal dari faktor ekonomi dan juga non ekonomi. Secara teknis, pihaknya juga sudah mendapat instruksi terkait pendirian Unit PKSA di kabupaten dan kota secara bertahap.
“Unit ini nantinya memiliki tim pendamping yang fokus terhadap anak yang masuk dalam lima kelompok tersebut,” ujar Sugiono.
Disinggung soal target yang hendak dicapai, menurutnya melihat kasus yang berhasil difasilitasi. Hal tersebut mencerminkan keberadaan pemerintah dalam melayani masyarakatnya. Sehingga tidak ada lagi pihak yang berani melanggar hak dari anak-anak tersebut.
“Jangan sampai kesejahteraan sosial anak-anak ini terancam. Antara lini pemerintah harus jalankan tugasnya sesuai dengan undang-undang yang ada,” tutup Sugiono.



Lazada Indonesia