Home » Otomotif » Sampai 2040, Mobil dengan Mesin Bakar Masih Eksis

Sampai 2040, Mobil dengan Mesin Bakar Masih Eksis

JAKARTA - Dunia otomotif saat ini memang tengah disibukkan dengan pengembangan kendaraan ramah lingkungan. Ke depan, teknologi kendaraan hybrid, plug-in hybrid, listrik sepenuhnya, hingga kendaraan bertenaga hidrogen menjadi solusinya. Pada 2040 penggunaan kendaraan listrik dan hidrogen pun diperkirakan semakin meningkat. Tapi, kendaraan dengan mesin bakar tidak seta merta ditinggalkan.
Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, yang mengutip profil penjualan kendaraan bermotor global menurut Energy Technology Perspective yang dirilis International Energy Agency 2017, kendaraan dengan mesin bakar tetap eksis bahkan pada 2040. Kendaraan jenis itu adalah mobil hybrid atau plug-in hybrid yang masih membutuhkan mesin bakar.
“Jadi di sana datanya itu 2030 itu fuel cell (mobil hidrogen) baru 1 persen,battery electric vehicle (mobil listrik sepenuhnya) 8 persen. Sehingga pada 2030 di dunia baru sekitar 9 persen kalau yang benar-benar listrik,” kata Putu di Jakarta.
Justru, katanya, yang banyak itu kendaraan hybrid dan plug-in hybrid. Pada 2030 menurut data itu, penjualan mobil hybrid mencapai 12 persen, sementara plug-in hybrid mencapai 11 persen. Belum lagi masih adanya kendaraan dengan mesin bensin (51 persen), diesel (14 persen), serta gas CNG (3 persen).
“Itu porsinya gede. Sehingga yang masih menggunakan fuel itu masih 90 persen kalau dilihat secara global,” ujar Putu.
Itu adalah proyeksi penjualan kendaraan bermotor secara global. Dan pada 2040 menurut proyeksi itu, penjualan mobil jenis plug-in hybrid naik drastis menjadi 20 persen dan hybrid menjadi 15 persen. Sementara mobil hidrogen masih 1 persen dan mobil listrik murni 15 persen.
Sedangkan penggunaan mobil bermesin bakar sedikit berkurang pada 2040, seperti mobil bensin menjadi 35 persen, diesel 11 persen, dan CNG 3 persen.
Berdasarkan proyeksi itu, artinya kemungkinan mobil dengan mesin bakar masih eksis secara global. Dengan begitu, industri komponen otomotif yang saat ini banyak digunakan di mobil bermesin bakar masih dibutuhkan. Bisa disimpulkan lagi, mobil listrik tidak benar-benar mematikan industri komponen otomotif. 



Lazada Indonesia