Home » Utama » Satu Tahun jadi Desa Wisata, Dinilai Belum Dikelola Maksimal

Satu Tahun jadi Desa Wisata, Dinilai Belum Dikelola Maksimal

Satu Tahun jadi Desa Wisata, Dinilai Belum Dikelola Maksimal
OBJEK WISATA – Air Terjun Bumber, salah satu destinasi wisata yang ada di Desa Sajau. Indah namun masih sulit dijangkau sehingga belum banyak pengunjung yang datang.

TANJUNG SELOR – Salah satu potensi pendapatan daerah (PAD) yang terus didorong oleh berbagai pihak adalah sektor pariwisata. Di Kabupaten Bulungan, cukup banyak destinasi wisata yang potensial dan dapat menambah pendapatan daerah sekaligus menjadi ikon daerah untuk di promosikan di taraf nasional hingga internasional.
Selain wisata pantai di Tanah Kuning dan Mangkupadi, wilayah timur Bulungan masih menyimpan banyak destinasi wisata. Yakni di Desa Sajau, Kecamatan Tanjung Palas Timur. Terdapat delapan objek wisata yang cukup menarik di desa tersebut, yakni Air Terjun Bidadari, Air Panas Apan, Seni dan Budaya, Air Terjun Bumper, Danau Cinta, Hutan Adat Metun Sajau, Goa Batu dan Goa Payau.
“Kami berharap potensi wisata di sini (Sajau) bisa lebih baik lagi kedepannya dengan pengelolaan yang maksimal. Kami beruntung ada perhatian dari mahasiswa yang KKN (Kuliah Kerja Nyata) disini,” ujar Pj Kepala Desa Sajau, Samsul Komar.
Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Bulungan NOMOR: 444/K-VI/556 TAHUN 2017 Tentang Penunjukan Desa Sajau Sebagai Desa Wisata. Desa Sajau telah ditetapkan sebagai desa wisata secara resmi sejak tahun lalu. Akan tetapi, menurut para mahasiswa yang kebetulan KKN di desa tersebut, peran pemerintah dalam mengelola destinasi wisata setempat belum maksimal. “Informasinya pemerintah masih fokus lakukan promosi diluar terkait wisata disini. Tapi yang kami temukan di lapangan, justru belum maksimal pengelolaannya, khususnya akses jalan dan faslitias wisata yang memadai,” ungkap salah satu mahasiswa KKN dari Universitas Kaltara, Muhammad Sahrul, Senin (30/7).
Mahasiswa tersebut menaruh perhatian khusus terhadap akses wisata yang ada. Terlebih setelah penetapan sebagai desa wisata, menurutnya harus ada dukungan dari pemerintah kabupaten untuk menunjang akses wisata agar bisa menarik perhatian pengunjung. “Ini sudah berjalan Satu Tahun belum ada pengembangan. Makanya kami sebagai mahasiswa kembali mengangkat isu potensi wisata metun sajau agar terus dikembangkan dan dikawal. Dan kami juga, bahkan sampai selesai KKN, akan terus mengawal hal ini,” terangnya.
Ia berharap Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Bulungan terus melakukan kontrol terkait perkembangan wisata bersama dengan warga desa setempat, khususnya pengurus wisata Desa Sajau. “Karena percuma kalau hanya sekedar promosi tanpa ada akses jalan dan fasilitas yang memadai, tidak akan banyak pengunjung yang datang. Padahal kalau wisata ini dikembangkan, selain menunjang PAD, yang terpenting adalah ada multiplayer efek bagi masyarakat sekitar khususnya dibilang ekonomi,” tegasnya. 



Lazada Indonesia