Home » Headline » TNI Tambah Personel di Perbatasan

TNI Tambah Personel di Perbatasan

TNI Tambah Personel di Perbatasan
KOMANDAN Brigif 24 Bulungan Cakti Kolonel Inf Jones Sasmita memberikan hormat kepada pasukan Yonif Raider 613 Raja Alam usai apel pelepasan Satgas Pamtas, Rabu (1/8) kemarin.

TARAKAN – Sebanyak 450 pasukan Yonif Raider 613 Raja Alam secara resmi dikirim ke perbatasan Malaysia-Indonesia, dan dilepas oleh Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 24 Bulungan Cakti, Kolonel Inf Jones Sasmita di Markas Yonif Raider 613 Raja Alam, Rabu (1/8) kemarin.
“Satgas Pamtas kali ini, Yonif Raider 613 Raja Alam membawa 450 personel dibagi ke dalam 24 pos yang ada di perbatasan Indonesia-Malaysia yang ada di wilayah Kabupaten Nunukan,” ujarnya, dikonfirmasi usai Apel Pelepasan Pasukan didampingi Komandan Yonif Raider 613 Raja Alam, Letkol Inf Fardin Wardhana.
Dalam amanat Panglima TNI yang dibacakan oleh Danbrigif, juga mengungkapkan ada sekitar 12 pos baru yang akan mulai diaktifkan dan 6 pos baru, di antaranya termasuk dalam 24 pos yang akan dijaga oleh Yonif Raider 613 Raja Alam.
Pergeseran pasukan ke 24 pos yang letaknya sebagian besar berada di dalam hutan hingga ke Kecamatan Krayan, Nunukan, nantinya setelah pasukan tiba di Pos Satgas Pamtas akan dilanjutkan menggunakan helikopter ke setiap pos yang ada.
“Nanti yang dari Krayan ke Kalimantan Timur akan dijaga oleh pasukan dari Batalyon 144 dari Palembang. Jadi, khususnya pengamanan di perbatasan RI-Malaysia yang ada di Kaltim dan Kaltara akan dilakukan dua Batalyon,” bebernya.
Dari 24 pos yang ada ini, kata Kolonel Jones rata-rata memang memiliki ancaman yang tinggi, terutama penyelundupan sabu, kemudian illegal loging, human trafficking dan lintas batas yang tidak memiliki izin. “Ada juga beberapa pos yang masih baru dan minim peralatan, di antaranya ada 4 pos yang baru ini sinyalnya tidak ada, yaitu pos Lumbis, Basiuk, Tanjung Karia dan Simantupal,” katanya.
Namun, dari empat pos ini sudah dibekalkan HP satelit untuk bisa berhubungan dengan pasukan di pos ini. Bahkan dengan HP satelit ini pasukan bisa berkomunikasi keluarga namun digilir setiap satu menit. “Pasukan ini diperbatasan selama 9 bulan, setelah itu akan di rooling lagi. Rencananya, pasukan selanjutnya yang akan dikirim dari Batalyon 600 Raider yang ada di Balikpapan,” tandasnya.
Setelah dilepas, selanjutnya pasukan akan berangkat menggunakan KRI Teluk Manado tiba di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan. Dari 450 pasukan yang dikirim ini, 265 orang dan sisanya menggunakan helikopter dan terbagi dalam lima short sejak 7 hingga 14 Agustus. Seluruh barang bawaan pasukan sudah mulai digeser sejak sore, Rabu kemarin.
Ia pun menyampaikan untuk keluarga terutama istri tentara yang ditinggalkan, harus paham dengan tugas tentara untuk menjaga wilayah NKRI dari ancaman apapun. “Semua istri tentara harus siap ditinggal suami bertugas, ada 8 orang pasukan termasuk Pasi Ops yang baru menikah dan harus meninggalkan keluarganya selama 9 bulan. Kita hanya menjaga perbatasan, tetapi tugas tidak bisa meninggalkan operasi kecuali izin kedukaan,” tegasnya. 



Lazada Indonesia