Home » Utama » Majukan Perekonomian, Pemkab Dukung Upaya Kadin

Majukan Perekonomian, Pemkab Dukung Upaya Kadin

NUNUKAN - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Nunukan berupaya memperjuangkan hubungan kerjasama antara dua negara, Malaysia dan Filipina. Dan upaya itu mendapat tanggapan positif dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nunukan Serfianus mengatakan, bahwa Pemkab sangat mendukung upaya Kadin. Sebab, bisa membangun perekonomian perbatasan. “Tentu kita dukung penuh ya. Sangat baik upaya mereka, kita akan support langka yang dilakukan Kadin,” terangnya kepada Koran Kaltara, Kamis (2/8) kemarin.
Menurut dia, perbatasan Nunukan masih banyak potensi pontesi yang belum digarap maksimal. Sehingga terobosan ini diharapkan dapat membuat wilayah perbatasan sebagai pusat perdagangan. “Tentu akan maju daerah kita, jika daerah kita menjadi pusat perdagangan,” bebernya.
Dia menambahkan, bahwa bukan hanya perekonomian di Nunukan saja yang naik, namun apabila bisa terwujud maka yang akan mendapat dampak positif adalah daerah pemasok, seperti Pulau Jawa dan lainnya.
“Karena secara tidak langsung, kita akan membutuhkan pasokan barang lebih banyak. Jadi perekonomian di sana bergerak naik, kita disini bergerak naik,” pungkasnya.
Sementara itu mengenai harga, kata dia, memang masih jauh lebih mahal ditawarkan dibanding di Indonesia. Contoh saja, penjualan hasil kelapa bisa dibeli mahal, tapi di Indonesia harganya murah.
“Kalau untuk Filipina kemarin itu, informasi masih menunggu keputusan. Mereka yang akan datang belaja di Nunukan,” terangnya.
Selain itu, dia menegaskan, hasil rumput laut di Nunukan sangat melimpah dan mampu bersaing. “Rumput laut ini tidak lagi mulai dari awal. Karena hampir masyarakat di pesisir perbatasan Nunukan berprofesi sebagai rumput laut dan mereka sudah sangat mahir dalam pekerjaan itu,” tambahnya.
Diketahui, Dewan Penasehat Sekaligus Kadin Kaltara H Aidil Hendrik didampingi Ketua Kadin Nunukan Irsan Humokor dan Penasehat Kadin Nunukan Lumbis, menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu Mou dari pemerintah di Semenanjung, Malaysia. Sebab, Mou itu sedang berproses di Malaysia. 



Lazada Indonesia