Home » Utama » Program Mina Padi Masuk Masa Panen Kedua

Program Mina Padi Masuk Masa Panen Kedua

Program Mina Padi Masuk Masa Panen Kedua
Mina padi merupakan program yang digadang-gadang akan mewujudkan ketahanan pangan di KTT (Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan).

TANA TIDUNG- Untuk ketahanan pangan di Kabupaten Tana Tidung (KTT), Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan melalui gabungan kelompok tani (gapoktan) melakukan terobosan dengan program mina padi, dimana pemanfaatan lahan untuk penanaman padi disertai dengan beternak ikan kolam, dan menanam berbagai jenis sayur-sayuran.
“Saat ini mina padi di Tideng Pale seberang di Kecamatan Sesayap sudah berjalan malah masuk siklus panen kedua, dengan rata-rata digarap satu kelompok untuk mina padinya sekitar 3 Hektar (Ha) kira-kira ada 10 petak dimana ukuran per petaknya 45 kali 45 meter,” kata Kepala Bidang (Kabid) Perikanan, Kelautan pada Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, Rudi AB pada Jumat (10/8) kemarin.
Untuk komoditi yang dihasilkan yakni padi, ikan, labu, pisang, cabai dan berbagai macam sayuran, sedangkan untuk mina padi lainnya di kawasan Desa Sesayap di Kecamatan Sesayap Hilir dan Desa Limbu Sedulun di Kecamatan Sesayap, penerapan mina padi dipastikan dapat ditargetkan terealisasinya ketahanan pangan yang digadang-gadang pemerintah selama beberapa tahun belakangan ini.
“Target produksi untuk mina padi ini tentunya bertujuan untuk ketahahan pangan masyarakat yang menjadi target pemerintah selama beberapa tahun terakhir ini yang bertujuan untuk menekan harga pasaran KTT yang selama ini terlalu tinggi lantaran mengambil pasokan dari luar daerah sehingga rata-rata pedagang dibebani oleh berbagai macam biaya mulai biaya transportasi, biaya angkut, biaya buruh dan biaya tak terduga lainnya yang membuat harga pasaran di KTT tinggi jika dibandingkan dengan harga pada daerah lainnya di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), semoga target produksi untuk ketahanan pangan ini maksimal nantinya,” harapnya.
Kendati di tiga desa yang diterapkannya mina padi hanya Desa Tideng Pale seberang dan Desa Sesayap yang dianggap berhasil karena satu desa ini Desa Limbu Sedulun mengalami kegagalan yang bermasalah pada Sumber Daya Manusia (SDM) yang dianggap belum pro aktif dan tidak produktif sehingga berbekal pengalaman inilah, pihaknya akan menggenjot mina padi tetap target di tiga desa ini karena melihat besarnya potensi dan peluang ketahanan pangan masyarakat akan terwujud melalui program mina padi ini. 



Lazada Indonesia