Home » Headline » Kaltara Kekurangan Guru Produktif

Kaltara Kekurangan Guru Produktif

Kaltara Kekurangan Guru Produktif
KEPALA – Disdikbud Kaltara Sigit Muryono bersama Ketua Dewan Pendidikan Herwansyah saat ditemui sejumlah media beberapa hari lalu.

TANJUNG SELOR – Sebagai provinsi baru, Kalimantan Utara (Kaltara) masih membutuhkan tambahan tenaga pendidik (guru). Tak heran, dari 1.770 usulan Pemprov untuk penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2018, sekitar 39 persen diprioritaskan untuk pemenuhan guru, khususnya untuk penempatan di daerah-daerah.
Hal tersebut diakui oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara Sigit Muryono, bahwa guru di Kaltara memang masih mengalami kekurangan, khususnya guru produktif. Berdasarkan pemetaan kebutuhan guru, setidaknya butuh 616 guru PNS untuk menetupi kekurangan yang ada. “Sebenarnya kita tidak kekurangan guru, tapi kita kekurangan guru PNS. Karena sekarang ini ada sekolah yang hanya tiga orang PNS-nya, sisanya tenaga non PNS semua,” katanya.
Ia mengungkapkan, bahkan sebelumnya terdapat sekolah di Kaltara, yang jumlah PNS-nya hanya satu orang dan langsung bertindak sebagai Kepala Sekolah. Namun, pasca penerimaan CPNS tahun lalu, dimana sebanyak 60 tenaga pengajar lulus, dapat menutupi kekurangan guru PNS, meski belum maksimal.
“Saya usulkan itu (616). Yang paling banyak daerah Malinau di SMK dan beberapa SMA di pedalaman. Karena sebelumnya sempat ada sekolah hanya miliki 1 PNS sebagai kepala sekolah. Padahal minimal ada tiga PNS dalam satu sekolah, satu pengelola (kepala sekolah) satu satker atau bendahara dan satu lagi penata usaha keuangan, yang lain honor, tidak masalah,” urainya.
Lebih jauh dijelaskan, kebutuhan guru produktif di Kaltara memang sangat diprioritaskan. Apalagi untuk lokasi yang masuk kategori remote area. Masih banyak tenaga guru seperti guru teknik mesin, teknik jaringan dan semacamnya di sekolah kejuruan sangat dibutuhkan. “Kalau guru normatif seperti guru Agama, guru Bahasa Indonesia agak dikurangi karena sudah sangat banyak. Nah yang kedua kita prioritaskan adalah guru adaktif, seperti guru Fisika dan guru Biologi,” ungkapnya.
Menurutnya, dengan mengajukan penambahan guru khususnya guru produktif akan melengkapi SDM yang ada di Kaltara khususnya tenaga pendidik. Namun demikian, yang tak kalah pentingnya, bagaimana SDM tersebut bisa menghasilkan sumber daya yang juga berkualitas yang dibuktikan dengan lulusan yang baik.
“Tentu dengan SDM yang ada dimana kita mengembangkan kapasitas guru kita, maka harus meningkat pula kompetensi lulusan kita. Ini yang terpenting, supaya anak didik yang sudah menempuh beberapa tahun di sekolah, setelah lulus punya daya saing yang tinggi,” tegasnya. 



Lazada Indonesia