Home » Utama » Dampak Narkoba, 18.250 Nyawa Melayang Tiap Tahun

Dampak Narkoba, 18.250 Nyawa Melayang Tiap Tahun

Dampak Narkoba,  18.250 Nyawa Melayang Tiap Tahun
Lawan Bersama : Pemusnahan barang bukti berupa narkoba jenis sabu sebagai bentuk ketegasan pihak kepolisian akan menindaklanjutinya p tegas bagi pengendar maupun para pemakai.

TANJUNG SELOR – Berbagai obat-obatan terlarang dan narkotika yang membuat kecanduan, kini semakin luas dan banyak beredar di Indonesia. Pil, sabu-sabu dan berbagai bentuk narkoba lainnya mengancam kehidupan dan anak-anak bangsa. Sudah banyak yang menjadi korbannya, mulai dari kecanduan, tertular virus mematikan dan meninggal dunia. Sungguh memprihatinkan, bahwa ternyata banyak remaja dan generasi muda Indonesia mengonsumsi narkoba dan kecanduan.
Bahkan Badan Narkotika Nasional (BNN) mencatat kurang lebih sebanyak 50 jiwa penduduk Indonesia meninggal. Itu artinya, dalam setahun ada sekitar 18.250 orang meninggal akibat kecanduan barang haram tersebut. Beberapa daerah di Indonesia menjadi atensi tersendiri bagi pihak kepolisian, termasuk di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Dari data BNN Pusat, provinsi terbungsu di Indonesia ini menempati posisi ke 5 secara nasional untuk tingkat kerawanan penyalahgunaan Narkoba. Tingginya permintaan para pengkonsumsi narkoba di Kaltara, semakin meningkat pula peredaran barang haram tersebut.
“Dengan kondisi itu kita bisa katakan bahwa bandar narkoba lebih sadis dibandingkan kejahatan-kejahatan yang lainnya. Makanya, hukuman yang terberat-beratnya kami pikir sangat pantas diterima oleh para bandar ini,” jelas Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kaltara Brigjend Pol Indrajit melalui Dirbinmas Polda Kaltara Kombes Pol Mohammad Yamin Sumitra, Jumat (10/8).
Yamin mengungkapkan, perlu ada sinergitas dalam memberantas narkoba. Tidak hanya pihak Polri maupun TNI, dari masyarakat juga seharusnya berpartisipasi untuk mengurangi peredaran barang haram tersebut. Apalagi, lanjutnya, Provinsi Kaltara ini hanya dijadikan jalur perlintasan menuju daerah lainnya di Indonesia. Karena, para kurir narkoba yang berhasil diamankan mengaku bahwa narkoba didapatkan dari negara tetangga, seperti Malaysia dan Filipina maupan dari negara Taiwan.
“Selain bisa menyebabkan korban jiwa, banyak masalah lainnya dapat ditimbulkan dari narkoba ini. Mulai dari ekonomi, sosial, budaya, agaman, keamanan dan kesehatan. Makanya, kita harus bersatu melawan narkoba ini. Apalagi, darerah kita ini daerah perbatasan. Apabila warga mencurigai seseorang dalam peredaran narkoba, bisa langsung di laporkan kepada pihak keamanan,” jelasnya.
Termasuk juga, warga dapat melaporkan apabila menemukan oknum Polri ataupun TNI yang terlibat dalam peredaran narkoba maupun sebagai penkonsumsi. Khusus di Provinsi Kaltara sendiri, tentu akan menjadi atensi oleh pihaknya sendiri terkait peredaran narkoba ini. Melihat data yang disampaikan oleh BNN pusat mengenai korban jiwa yang di sebabkan narkoba, tidak menutup kemungkinan banyak juga warga di provinsi ke – 34 ini menjadi korban.
“Oknum dari pihak Polri maupun TNI yang juga terlibat dalam peredaran narkoba maupun konsumsi narkoba langsung dilaporkan. Karena itu sudah mencoreng nama baik dari Polri dan TNI. Presiden sudah mengeluarkan darurat narkoba, untuk itu mari bersama sama untuk memerangi narkoba secara serius,” tutupnya. 



Lazada Indonesia