Home » Utama » Pembangunan Taman Hutan Kota Bunda Hayati Ditunda

Pembangunan Taman Hutan Kota Bunda Hayati Ditunda

Pembangunan Taman Hutan Kota Bunda Hayati Ditunda
TERTUNDA – Hutan Kota Bunda Hayati di Tanjung Selor, Bulungan masih dalam kondisi yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Wacana pengembangan taman dipending karena rencana perpanjangan bandara.

TANJUNG SELOR – Rencana pengembangan Hutan Kota Bunda Hayati di Tanjung Selor menjadi taman Hutan Kota dibenarkan oleh Satuan Kerja (Satker) Penataan Bangunan dan Lingkungan (PBL) Kaltara pada Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR. Sebagaimana diungkapkan oleh Kepala Satker PBL Kaltara Thamrin Husain, bahwa usulan tersebut sudah masuk dan Pemprov Kaltara sudah menyusun Detail Engineering Design (DED).
Hanya saja, setelah usulan tersebut masuk berkembang pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Dinas Perhubungan (Dishub) dengan Dinas Pariwisata terkait rencana perpanjangan Bandara Tanjung Harapan. Karena letak hutan kota yang berdekatan dengan salah satu sisi landasan pacu, muncul wacana proses pengembangan bandara akan memasuki kawasan hutan kota tersebut. “Taman Hutan Kota Bunda Hayati ini tadinya sudah masuk dalam stok pembangunan di Tahun 2019. Tapi kebetulan setelah mengetahui hasil FGD tersebut bahwa ada perpanjangan bandara yang kemungkinan masuk dalam area hutan kota, makanya kami pending dulu,” kata Thamrin Husain, Rabu (5/9).
Penundaan tersebut harus ia lakukan agar pembangunan yang direncanakan tidak sia-sia. Pasalnya, jika tetap dimulai pengembangan taman hutan kota, sementara pengembangan bandara juga masuk dalam area tersebut, maka akan berbenturan. “Makanya kami tunggu kepastian dulu apakah akan terkenda area hutan kota terhadap perpanjangan landasan pacu bandara atau tidak. Kalau sudah pasti baru kami lanjutkan. Jika memang masuk dan terkena dampak, maka kami akan pindah ke kabupaten lain untuk membangun taman,” bebernya.
Lebih jauh dijelaskan, jika perpanjangan bandara mengambil banyak luasan hutan kota maka kemungkinan besar taman yang direncanakan akan batal. Berbeda jika area yang terkena dampak hanya sebagian, maka masih ada kemungkinan pembangunan taman dilakukan. “Makanya kami menunggu itu (perpanjangan bandara). Jadi tidak kerja dua kali dan design-nya tentu akan berubah. Misalnya hanya setengah lahan digunakan, maka setengahnya akan di-design kembali kira-kira taman seperti apa yang akan dikembangkan,” jelasnya.
Untuk diketahui, berdasarkan DED yang sudah masuk di Satker BPL, Hutan Kota Bunda Hayati akan disulap menjadi taman hutan kota yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga karena dilengkapi dengan jogging track dan fasilitas olah raga lainnya. Selain itu dibangun juga taman bermain anak hingga merencanakan event internasional tanpa menghilangkan kesan hutannya. “Dalam usulan itu, kita anggarkan untuk tahap awal Rp20 miliar. Tapi tentu itu ditahan dulu,” ungkapnya.
Sementara itu, ia tetap membuka peluang usulan dari daerah di Kaltara untuk pembangunan ruang terbuka hijau dan taman. Sejauh ini, sudah ada dua rencana pembangunan taman yang akan dilaksanakan di dua lokasi di Kota Tarakan, yakni Taman Aki Balak dan satu titik di tengah kota tidak jauh dari Bandara. “Sementara untuk daftar stoknya (rencana), ada tiga yaitu Taman Berlabuh II (Tarakan), kemudian Nunukan dan Malinau. Seharusnya ada empat stok, tapi Hutan Kota Tanjung Selor dipending, itu semua Tahun 2019,” sebut Thamrin. 



Lazada Indonesia