Home » Utama » VC Minta Polisi Juga Usut Website yang Mencemarkan Nama Gubernur

VC Minta Polisi Juga Usut Website yang Mencemarkan Nama Gubernur

TARAKAN – Setelah surat panggilan kedua, VC tersangka pencemaran nama baik Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie memenuhi panggilan penyidik Unit Tipiter Satreskrim Polres Tarakan Jumat (14/9) kemarin. Tanpa didampingi Penasehat Hukumnya, VC tiba di Polres Tarakan sekira pukul 10.30 pagi, namun baru dilakukan pemeriksaan sekira pukul 15.30 Wita.
Penetapan tersangka ini, menurut VC ada kejanggalan. Pasalnya, media onlie yang ia share beritanya melalui medsos sebenarnya masih ada dan aktif hingga saat ini. Namun, kata dia tidak dipanggil penyidik untuk dimintai keterangan seperti ia dan dua tersangka lainnya.
‘’Itu kan sudah menjadi alat bukti, untuk mencari keberadaan orang yang membuat dan menyebarkan berita itu pertama kali. Kalau saya, memang mengakui ikut share tetapi saya sudah meneliti bahwa berita itu benar terjadi dan ada demo. Cuma, soal ranah bukti berita itu saya apakah benar atau tidak soal isi demo, saya tidak mengetahui,” katanya, ditemui Jumat kemarin.
Ia juga mengaku ada ketidakadilan dalam penetapan tersangka, karena ada beberapa orang yang turut membagikan postingan berita di media social namun tidak dipanggil dan tidak dimintai keterangan. Ia juga mengatakan memiliki bukti siapa saja yang membagikan berita tersebut.
“Perannya sama, ada juga yang sudah dipanggil tetapi tidak dijadikan tersangka,” ungkapnya.
VC memastikan, sejak awal tidak ada unsur kesengajaan atau sentimen apapun secara pribadi kepada Gubernur Kaltara. Ia juga akan menyampaikan permintaan maaf kepada Gubernur, namun tidak disampaikan karena alasan tendensius karena sengaja melakukan.
“Saya dengan Gubernur tidak ada masalah apa-apa, tetapi saya mau keadilan dari penyidik, jangan bilang media online yang membuat berita itu susah dilacak, padahal mudah dilacak,” imbuhnya.
Meski tidak berkaitan dengan pekerjaannya di pers, sebagai stranger salah satu media tv nasional, namun ia akan meminta bantuan dari IJTI dan SMSI untuk memediasi.
“Jangan sampai ada image kalau saya ini pelaku utama membagikan berita bohong tentang Gubernur. Padahal, yang melakukan itu banyak di Kaltara ini, termasuk orang penting yang juga pernah menyebarkan berita ini. Jangan sampai karena dia orang penting, jadi kami yang dijadikan tumbal,” tandasnya.
Untuk diketahui, Unit Tipiter Satreskrim Polres Tarakan menetapkan satu orang oknum ASN berinisial KM dan dua orang oknum pers berinisial LN dan VC sebagai tersangka atas dugaan pencemaran nama baik Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie.  Ketiga tersangka ini tidak dilakukan penahanan, karena sesuai Pasal 27 ayat 3 Jo pasal 45 ayat 3 UU No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan transaksi Elektronik ancaman pidananya hanya 4 tahun dan bisa tidak dilakukan penahanan. 



Lazada Indonesia