Home » Utama » Tata Bantah Keterangan Saksi Penangkap

Tata Bantah Keterangan Saksi Penangkap

Tata Bantah Keterangan  Saksi Penangkap
Tata (Tunduk, berkacamata) bersama Kuasa Hukumnya, Rabshody Roestam dan Nazamudin saat mendengarkan keterangan dua orang saksi penangkap di persidangan yang digelar Kamis (13/9) kemarin. (Foto: sahida/ koran kalatar)

TARAKAN – Berbeda dengan sidang terdakwa Amelia, wanita cantik yang kedapatan hendak membawa sabu 1,08 kg ke Makassar saat masih di Bandara Juwata Tarakan, awal Maret lalu yang menerima dan mengakui keterangan saksi penangkap, dalam sidang dengan terdakwa Lia Lusiana alias Tata dan mertuanya, Dorkas yang digelar di Pengadilan Negeri Tarakan, Kamis (13/9) kemarin membantah semua keterangan saksi.
Ditemui Jumat  (14/9) kemarin, Rabshody Roestam, Kuasa Hukum Tata dan Dorkas mengatakan saksi penangkap yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Bripka Arif Perwiradi hanya berdasarkan keterangan yang diberikan Amelia saat dilakukan pemeriksaan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) usai ditangkap Maret lalu.
“Dia (saksi penangkap) hanya mendengar cerita, artinya keterangan yang disampaikan kemarin itu tidak dinilai kesaksian sama sekali. Di persidangan juga, saksi ini mengaku lupa dengan apa yang ada di dalam Berkas Acara Pemeriksaan (BAP), jadi yang dicatat hanya keterangan dipersidangan saja, bukan BAP,” bebernya.
Sementara di dalam BAP, kata Rabshody jika penyidik hanya mendengarkan keterangan Amelia yang diakuinya sejak awal kerap berbelit-belit dan berubah-ubah, maka tidak membuktikan kesalahan terhadap kliennya atau keterlibatan Tata dengan sabu 1,08 kg yang dibawa Amelia tersebut.
“Kan, sejak awal bahkan BNNP juga pernah mengatakan kalau keterangan Amelia ini selalu berubah-ubah jadi bagaimana mau dibenarkan apa yang disampaikannya. Kalau hanya berdasarkan keterangan Amelia saja, tidak bisa membuktikan kalau klien saya terlibat,” tandasnya.
Menurutnya, meski ada saksi petugas Avsec Bandara Juwata Tarakan dalam perkara Amelia, namun tidak memiliki keterkaitan dengan Tata dan Dorkas. Selain itu, saat polisi melakukan penggeledahan di rumah Tata pun tidak ditemukan adanya sabu atau alat-alat yang mendukung peredaran sabu di rumah Tata dan Dorkas. Keduanya pun negatif saat dilakukan tes urine.
Semua bukti yang diajukan dipersidangan hanya dari perkara Amelia, bahkan dipersidangan Tata dan Dorkas mengaku tidak pernah melihat dan tidak terlibat saat Amelia membungkus sabu. Rabshody mengungkapkan, awalnya Tata tidak mengetahui Amelia datang ke Tarakan untuk mengambil sabu, ia hanya diminta suaminya Hendrik yang merupakan napi Lapas Makassar untuk menjemput Amelia di bandara.
“Kita menduga Amelia ini memang sengaja datang ke Tarakan untuk mengambil sabu, makanya hanya satu malam di Tarakan. Amelia juga sudah mempersiapkan segala sesuatunya, tapi yang kita sayangkan itu melibatkan orang yang tidak tahu perkara ini, seperti Tata dan Dorkas kan tidak tahu dan tidak pernah melihat sabu, tapi ini akhirnya terbawa,” tandasnya.
Rencananya, nanti ia akan menghadirkan saksi meringankan, namun setelah JPU menghadirkan saksi dipersidangan. “Kita lihat perekembangannya, saksi mahkota antara mereka yang dijadikan terdakwa, bagaimana keterangannya nanti,” pungkasnya. 



Lazada Indonesia