Home » Utama » Penduduk Miskin di Bulungan Capai 13.400 Jiwa

Penduduk Miskin di Bulungan Capai 13.400 Jiwa

TANJUNG SELOR – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bulungan mencatat jumlah penduduk miskin di tahun 2017 meningkat menjadi 13.400 jiwa atau 0,93 persen dari tahun 2016 yang mencapai 11.850 jiwa. Begitu juga dengan garis kemiskinan mengalami peningkatan dari Rp383.642 per kapita per bulan menjadi Rp398.397 per kapita per bulan.
Garis Kemiskinan merupakan representasi dari jumlah rupiah minimum yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pokok minimum makanan yang setara dengan 2100 kilokalori per kapita per hari dan kebutuhan pokok bukan makanan.
Kepala BPS Bulungan, Maibu Barwis mengatakan, kenaikan jumlah penduduk miskin ini disebabkan beberapa faktor, di antaranya meningkatkan harga barang kebutuhan. “Sehingga pengeluaran penduduk besar, utamanya untuk kebutuhan sehari-hari seperti makan dan minum,” ungkapnya pada Koran Kaltara.
Lebih lanjut ia mengatakan, tidak hanya itu saja, faktor lainnya yang juga mempengaruhi angka kemiskinan di Bulungan yaitu adanya pendatang baru yang masuk ke Bulungan. “Bulungan ini kan pusat ibukota baru, jadi banyak orang luar yang mau masuk ke sini (Bulungan) untuk mengadu nasib guna mencari kehidupan yang lebih layak,” ujarnya.
Namun, kata dia , karena tidak memiliki biaya dan tidak memiliki keahlian khusus, akhirnya banyak pendatang yang tidak bekerja. Meski begitu, hal itu bukanlah hal yang mengkhawatirkan, sebab seseorang yang mengadu nasib itu sudah pasti memiliki tekad kuat untuk bekerja.
“Di sini, asalkan mau bergerak pasti bisa mendapatkan uang. Misalnya saja bekerja bangunan atau berjualan gorengan. Jual gorengan itu saja omzetnya per hari bisa mencapai Rp200 ribu,” ucapnya.
Apalagi, menurut dia, di Bulungan ini masih belum banyak saingan. Bahkan Pemkab Bulungan dan Pemprov Kaltara juga terus berusaha menurunkan angka kemiskinan. Melihat angka yang terus mengalami peningkatan, pihaknya belum dapat memastikan apakah tahun ini kembali meningkat atau tidak. Kecuali sudah ada datanya baru dapat dipastikan apakah ada peningkatan atau akan mengalami penurunan. 



Lazada Indonesia