Home » Politik » Fathra Desak Alung Revisi Fraksi dan Komisi

Fathra Desak Alung Revisi Fraksi dan Komisi

SAMARINDA - Sekretaris Fraksi Hanura DPRD Kaltim Artya Fathra Marthin mendesak Ketua DPRD Kaltim HM Syahrun agar melakukan perubahan struktur di Fraksi dan Komisi. Saat ini Herwan Susanto masih tercatat sebagai Ketua Fraksi Hanura Kaltim dan anggota Komisi III DPRD Kaltim.
Permintaan perubahan tersebut menyusul adanya Surat Keterangan (SK) PAW (Pergantian AntarWaktu) Herwan Susanto. SK PAW bernomor A/151/DPP-HANURA/VIII/2018 itu menyetujui Nixon Butarbutar sebagai penganti Herwan Susanto. Surat tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum Osman Sapta Odang (OSO) dan Sekretarisnya Herry Lontung Siregar pada 8 Agustus 2018. Herwan di-PAW karena Herwan pindah partai PKB.
“Saya minta kepada Ketua DPRD Kaltim agar melakukan perubahan struktur Hanura di DPRD Kaltim,” kata Fathra, baru-baru ini di DPRD Kaltim.
Atas hal tersebut, Ketua DPRD Kaltim HM Syahrun mengaku akan mengakomodir usulan tersebut. Namun politisi Golkar ini tidak serta merta melakukan perubahan tersebut karena masih menunggu keabsahan dari dua kubu Hanura yang masih bersengketa tersebut. “Kita akan segera melakukan perubahan fraksi, “ kata Alung-sapaanya, kemarin.
Alung mengaku sudah berkoordinasi mengenai status Hanura dan kini sedang menunggu kepastian dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). “Arahan Dirjend kita disuruh tunggu,”sebut Alung.
Sekretariat DPRD Kaltim akan segera mengajukan Pergantian AntarWaktu (PAW) anggota DPRD Kaltim Herwan Susanto ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim untuk diverifikasi. “PAW Herwan akan segera kita ajukan ke KPU untuk verifikasi,” kata Kabag Persidangan dan Humas Sekretariat DPRD Kaltim Salamat Harahap.
Meski demikian pihaknya masih menunggu telahan dari staf Ketua DPRD Kaltim HM Syahrun untuk mengirim surat PAW tersebut ke KPU. “Setelah turun telahan baru kita kirim suratnya ke KPU,” tandas Salamat.
Sebelumnya, Herwan mengaku siap dicopot jika sudah ada SK Kemendagri. Herwan pun mempersilakan Sekretariat DPRD Kaltim untuk memproses PAW dirinya, namun disertai kajian mengingat Hanura dalam status quo. 



Lazada Indonesia