Home » Nasional » Peras Dana Pascagempa NTB, Anggota DPRD Mataram Tersangka

Peras Dana Pascagempa NTB, Anggota DPRD Mataram Tersangka

MATARAM -Kepala Kejaksaan Negeri Mataram, I Ketut Sumedana, mengatakan, oknum anggota DPRD Kota Mataram berinisial HM (Haji Muhir) yang melakukan pemerasan dana rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan sekolah pascagempa telah ditetapkan sebagai tersangka. Tim kejaksaan saat ini, menurutnya, sedang menggeledah ruang kerja HM di kantor DPRD Mataram.
“Anggota dewan (HM) sudah tadi (ditetapkan) tersangka, makanya kami berani geledah ruangannya,” ujarnya di Kantor Kejaksaan Negeri Mataram, Jalan Langko, Mataram, NTB, Jumat (14/9).
Menurut dia, HM sementara dijerat Pasal 12 E UU Pemberantasan Tipikor tentang pemerasan dan saat ini masih dalam proses pemeriksaan di kantor Kejaksaan Negeri Mataram. Adapun, oknum kontraktor berinisial CT dan oknum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mataram berinisial HS saat ini statusnya sebagai saksi.
“Sementara tunggal tersangka. (Oknum kontraktor dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mataram) mereka saksi saja,” kata dia.
Ketut mengatakan, berdasarkan laporan dari masyarakat, HM melakukan pemerasan pada alokasi anggaran pada APBD perubahan DPRD Mataram senilai Rp 4,2 miliar. Anggaran itu untuk rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan sekolah di Mataram pascagempa.
“Dana itu untuk sekitar 14 SD dan SMP yang rusak akibat gempa. Bayangkan kalau bahan yang dipakai jelek dan nanti roboh lagi, kasihan anak-anak kita,” ucapnya.
HM yang juga menjabat sebagai ketua komisi IV yang membidangi pendidikan di DPRD Mataram kerap meminta jatah proyek pada Dinas Pendidikan. Kejaksaan Negeri Mataram terus melakukan pengembangan terkait kasus tersebut.
“Kita akan panggil anggota dewan (DPRD Mataram yang lain) pada Senin (17/9),” katanya menambahkan.
Sekretaris DPD I Partai Golkar NTB Baiq Isvie mengaku kaget dan prihatin atas ditangkapnya HM. “Saya kaget aja dengan seperti ini, dan prihatin terjadinya penangkapan terhadap kader Golkar,” ujar Isvie di Mataram, NTB, Jumat (14/9).
Isvie yang juga menjabat sebagai ketua DPRD NTB menyampaikan, tidak habis pikir dengan kejadian ini di tengah kondisi bencana yang menimpa warga NTB. “Dalam kondisi kita mengalami bencana, tentu hal-hal seperti ini tidak boleh terjadi, tetapi ini situasi sudah terjadi dan sangat memalukan,” kata dia.
Isvie mengaku akan segera berkoordinasi dengan Golkar Kota Mataram terkait kebenaran kejadian tersebut. Menurut dia, Golkar tentu akan mengambil sikap tegas atas pelanggaran yang dilakukan kadernya.
“Kalau ini benar terjadi, kami tentu akan koordinasi dengan Golkar Kota (Mataram), dan langkah-langkah apa yang diambil untuk menyelamatkan partai, kalau kader seperti ini tentu ada sanksi yabn diberikan, satu sanksi adalah dicopot kepengurusannya,” ucapnya.



Lazada Indonesia