Home » Utama » Petani Kesulitan Dapat Pupuk Murah

Petani Kesulitan Dapat Pupuk Murah

Petani Kesulitan Dapat Pupuk Murah
Sosialisasi pupuk bersubsidi oleh Pemprov Kaltara. Para petani berharap pupuk subsidi dapat diperoleh dengan mudah oleh mereka sehingga hasil pertanian bisa maksimal.

TANA TIDUNG- Belum lama ini Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mengadakan sosialisasi terkait pupuk bersubsidi ke sejumlah desa yang ada di Kabupaten Tana Tidung, khususnya di Desa Maning, Kecamatan Betayau. Namun sosialisasi tersebut dianggap bukan merupakan solusi bagi para gabungan kelompok tani (gapoktan) yang ada di desa tersebut pasalnya petani sampai saat ini kesulitan dengan pembelian pupuk non subsidi atau membeli pupuk dengan harga normal.
“Kami kesulitan dengan harga pupuk yang cukup tinggi, bagaimana kami akan memberikan hasil produk pertanian yang maksimal sementara biaya operasional untuk pembelian pupuk sendiri kami terbebani dengan hal itu, kami memang berharap pupuk subsidi yang kami peroleh untuk dapat meningkatkan dan mengembangkan hasil pertanian nantinya,” ujar salah satu petani, Widhi Hartono pada Jumat (21/9) kemarin.
Ia mengakui untuk mendapatkan pupuk bersubsidi sangat sulit bahkan tidak tersedia, akibatnya petani harus membeli pupuk harga non subsidi, diketahui untuk pupuk subsidi dibanderol dengan harga diatas Rp 250 ribu per saknya isi 50 Kilogram (Kg) sedangkan pupuk NPK subsidi dibawah harga Rp 150 ribu per saknya, sedangkan untuk sekali kegiatan tanam dibutuhkan melebihi dari satu sak tergantung besaran lahan yang akan digarap.
“Perbedaannya cukup mencolok sebab kami merasakan sulitnya mendapatkan pupuk subsidi yang memang sangat kami butuhkan supaya perhitungan biaya operasional tidak seberapa jika dibandingkan dengan membeli pupuk harga normal, kasihan kami para petani yang memang menghitung biaya operasional selain pembelian pupuk juga pembelian bibit tanaman, serta berbagai obat tanaman yang nantinya akan memaksimalkan hasil pertanian,” terangnya.
Dengan pembelian pupuk non subsidi akan semakin menambah beban petani yang ada di desa tersebut, apalagi para gapoktan dipaksa menjual hasil pertanian kepada tengkulak yang biasanya akan menyambangi lahan mereka saat panen dengan pembelian hasil produk serendah-rendahnya dan akan menjual dengan harga tinggi ke pasaran, hal ini terpaksa mereka lakukan lantaran masih belum optimalnya akses pemasaran yang akan membantu akses petani menjual hasil dengan harga diatas harga standar yang nantinya akan berimbas pada peningkatan kesejahteraan dan peningkatan perekonomian petani itu kelak.
“Dengan berbagai pertimbangan perhitungan biaya operasional ini kami sangat mengharapkan dari pemerintah melalui instansi terkait dapat mensosialisasikan tata cara atau mekanisme cara mendapatkan pupuk bersubsidi, dan supaya merata seluruh petani yang ada bisa memperolehnya agar pasokan pupuk bersubsidi dijual lebih banyak supaya dapat meringankan beban petani supaya lebih maksimal dalam mengupayakan hasil yang justru berpengaruh pada peningkatan perekonomian petani itu sendiri nantinya, banyak harapan kami instansi pemerintah dapat jemput bola ke petani secara langsung,” pintanya.
Sebagai informasi, kegiatan sosialisasi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) pada Rabu (19/9) lalu mensosialisasikan pupuk bersubsidi selayaknya dilakukan oleh instansi pemerintah apalagi dalam kegiatan tersebut hadir pula dari Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan KTT yang notabene Kepala Bidang (Kabid) pertanian, Mnat Hermansyah, selain dari itu seluruh anggota gapoktan di Desa Maning, Kecamatan Betayau pun ikut antusias hadir dengan harapan akan ada angin segar bagi petani dengan tersalurkannya pupuk bersubsidi.  



Lazada Indonesia