Home » Headline » Produk Ilegal asal Malaysia Dimusnahkan

Produk Ilegal asal Malaysia Dimusnahkan

Produk Ilegal asal Malaysia Dimusnahkan
DIMUSNAHKAN : Sekitar 4 ton bahan makanan dan tumbuhan asal Malaysia yang masuk secara ilegal dimusnahkan Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan disaksikan instansi terkait, dengan cara dibakar dan ditanam, Kamis (27/9) kemarin.

TARAKAN - Balai Karantina Pertanian Kelas IIA Tarakan memusnahkan lebih dari 4 ton barang ilegal asal Malaysia, Kamis (27/9) lalu. Spesifikasinya seperti 3.555 kilogram atau 3,5 ton media pembawa karantina hewan, di antaranya daging merk Alana, bakso, daging burger, sosis, sayap ayam, daging ayam dan jeroan sapi. Selanjutnya juga terdapat 1 ton media pembawa karantina tumbuhan, di antaranya bibit dan benih tumbuhan.
Pemusnahan dengan cara dibakar dan ditanam ini disaksikan instansi terkait, yaitu perwakilan Lantamal XIII, Polair Polda, Polres Tarakan dan Kejaksaan Negeri Tarakan. Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas IIA Tarakan, Nuralim menuturkan, pemusnahan ini dilakukan sesuai dengan amanat Undang-Undang No. 16 tahun 1992 tentang karantina hewan dan tumbuhan demi terjaganya sumber daya alam di Indonesia dari ancaman HPHK dan OPTK dari luar wilayah Indonesia.
Komoditas ini dimusnahkan karena tidak dilengkapi dengan sertifikat kesehatan dari negara asal berdasarkan pasal 5,6,7 dan 8 Undang-Undang No. 16 tahun 1992, tidak melalui tempat pemasukan yang ditetapkan. Selanjutnya barang ilegal ini juga tidak dilaporkan kepada petugas karantina, berasal dari negara yang terjangkit penyakit menular dan dapat membahayakan kesehatan hewan, tumbuhan dan manusia.
“Tangkapan ini cukup banyak sebenarnya, jumlahnya untuk hewan saja sekitar 3 ton lebih dan untuk tumbuhan sekitar 1 ton lebih yang dimusnahkan. Tapi, masih ada sekitar 3 sampai 4 ton lagi yang belum dimusnahkan karena kasusnya masih bersidang di Pengadilan Negeri Tarakan. Sebelum ini kami juga memusnahkan tumbuhan dan hasil hewan ilegal di Nunukan sekitar 4 ton,” katanya,
Diakui Nuralim, rata-rata makanan dan tumbuhan ilegal asal Malaysia ini selain hasil pengungkapan dari Balai Karantina sendiri, juga merupakan hasil pengungkapan dari Badan Intelejen Nasional (BIN) Kaltara, Bea Cukai Tarakan dan Lantamal XIII Tarakan yang selanjutnya diserahkan ke Balai Karantina untuk tindakan karantina. Tangkapan dilakukan dalam kurun waktu Januari hingga September ini di wilayah perairan sekitar Tarakan dan saat bongkar muat di Pelabuhan Tengkayu I.
“Kita sebenarnya sudah ada tim dan kerjasama antara TNI, Polisi dan Bea Cukai. Cuma, memang kondisi sekarang bukan cuma yang besar saja, tetapi ada modus baru yang membawa barang asal Malaysia menggunakan perahu nelayan. Jadi bisa parkir di bawah rumah warga, seolah-olah membawa ikan padahal yang dibawa barang ilegal. Kalau tidak ada kecekatan dari aparat, tidak berhasil,” bebernya.
Sama halnya dengan wilayah Nunukan yang sangat dekat dengan wilayah Malaysia, memungkinkan masuknya barang Malaysia secara ilegal. Selain itu, ia juga menambahkan ada dua kasus yang sedang ditangani Balai Karantina, namun banyak juga yang merupakan temuan atau barang bawaan di atas kapal. Namun saat dicari, pemiliknya tidak ditemukan dan akhirnya jadi barang temuan.
“Kalau kasus KM Bunga Lia II sudah kita lakukan gelar perkara. Tersangkanya masih didiskusikan dengan Kejaksaan. Kalau tindak pidananya, ancamannya hanya denda Rp100 juta dan hukuman pidana penjara maksimal 3 tahun,” ungkap Nuralim. 



Lazada Indonesia