Home » Headline » Ratusan Pengungsi Palu Terjebak di Tarakan

Ratusan Pengungsi Palu Terjebak di Tarakan

Ratusan Pengungsi Palu  Terjebak di Tarakan
PENGUNGSI dari Palu yang terdampar di Bandara Juwata Tarakan ini menunggu bantuan logistik dan pakaian layak pakai dari pemerintah, mereka juga berharap untuk dipulangkan ke Makassar, Surabaya dan Lamongan.

TARAKAN – Sebanyak 117 orang pengungsi dari Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) yang terkena dampak gempa dan tsunami, pekan lalu, tiba di Tarakan menggunakan kapal Pelni KM Lambelu sekira pukul 09.00 Wita, Selasa (2/10) kemarin. Dari 117 pengungsi ini, 68 di antaranya berbondong-bondong ke Bandara Juwata Tarakan karena mengaku mendapatkan informasi ada tiket pesawat gratis untuk mereka kembali ke kampung halamannya di Surabaya, Lamongan dan Makassar, sementara pengungsi lainnya ada di Pelabuhan Malundung Tarakan.
Rusdi pengungsi asal Lamongan yang merantau di Palu ini mengaku mendapatkan informasi dari teman-temannya yang sudah pulang ke kampung halamannya bisa dapat tiket pesawat gratis dengan mendatangi Bandara Juwata Tarakan. “Kata teman saya yang sudah di bandara duluan, dapat tiket gratis. Ternyata beli tiket sendiri. Sedangkan kami sudah di bandara, bingung mau nginap di mana, makannya bagaimana. Padahal kami sudah tidak tidur 3 hari tiga malam kebayang kepanikan tidak karuan, terlantar di Bandara Palu terus dibawa ke Tarakan naik KM Lambelu,” katanya, kemarin.
Pengungsi lainnya, Widodo (37) menuturkan, meski sudah berhasil tiba di Tarakan dengan selamat, ia mengaku masih ada keluarganya yang belum keluar Kota Palu karena menunggu kabar keluarga yang lainnya. “Ada satu keponakan yang lagi hamil 9 bulan, sampai sekarang belum ditemukan. Ini saja kami pergi dari Palu tidak bawa apa-apa, cuma bawa baju di jalan saja, tidak ada pakaian ganti, semua surat hanyut semua,” ungkapnya lagi.
Terpisah, Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan yang mendatangi Bandara Juwata Tarakan langsung mengarahkan pengungsi yang ada untuk kembali ke Pelabuhan Malundung sambil menunggu pemulangan pengungsi ke kampung halamannya.
“KM Lambelu ini sebenarnya tujuannya Palu-Nunukan-Makassar, tapi karena masih ada korban di Palu yang masih membutuhkan pengangkutan, akhirnya KM Lambelu kembali ke Palu dan semua penumpangnya diturunkan di Tarakan,” katanya, dikonfirmasi malam tadi (2/10).
Sebagian penumpang yang ikut di KM Lambelu ini sudah ada yang pulang ke kampung halamannya menggunakan biaya sendiri dengan pesawat, sisanya yang tidak memiliki perbekalan akan disatukan dan ditampung di Pelabuhan Malundung. Selanjutnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemkot Tarakan dan Kodim 0907 Tarakan untuk mencari tempat yang layak seperti Pelabuhan Malundung dan RS Mantri Raga, untuk kebutuhan logistik dan pakaian layak pakai.
Hingga malam tadi, sudah ada relawan dan organisasi kemanusiaan yang memberikan bantuan makan dan logistik kepada para pengungsi. Menurut informasi dijadwalkan hari ini KM Bukit Siguntang juga akan tiba di Tarakan, diperkirakan membawa pengungsi tahap kedua.
“Kita harus siap, tapi kita pastikan yang gratis hanya kapal sedangkan untuk pesawat tidak digratiskan. Ini sedang kita koordinasikan secepatnya mencari kapal yang tujuannya ke Makassar atau Surabaya. Tapi, kita akan melakukan pengecekan kesehatan juga untuk para pengungsi,” tandasnya. 



Lazada Indonesia