Home » Akademika » Disdikbud Kaltara Terus Tingkatkan Sarana Pendidikan

Disdikbud Kaltara Terus Tingkatkan Sarana Pendidikan

TANJUNG SELOR- Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara, Amat mengatakan, pihaknya setiap tahun selalu memprogramkan peningkatan sarana pendidikan di SMA dan di tahun 2019 mendatang pihaknya akan memprogramkan kembali peningkatakan sarana pendidikan.
Terutama setelah kewenangan SMA dialihkan dari kabupaten ke provinsi sesuai amanat UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Sejak SMA resmi dialihkan ke provinsi per 1 Januari 2017, Disdikbud Kaltara berinisiatif mengumpulkan data tentang kebutuhan sarana dan prasarana yang dibutuhkan sekolah hingga saat ini.
Dirinya menjelaskan Alokasi Khusus (DAK) dan bantuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). “Namun, bantuan peningkatan fisik untuk sekolah secara bertahap, tidak langsung semua sama. Misalnya, sekolah yang satu butuh RKB (ruang kelas baru), sekolah lain butuh perpustakaan atau laboratorium komputer,” ucapnya pada Koran Kaltara belum lama ini.
Tak hanya itu dirinya mengklaim, dari 41 SMA negeri di Kaltara, 33 sekolah sudah mendapatkan bantuan peningkatan fisik. Mulai dari penambahan RKB, renovasi dan rehabilitasi, laboratorium komputer, perpustakaan, toilet, hingga penambahan ruang kantor sekolah.
Pemberian bantuan fisik sekolah, lanjutnya, juga menyesuaikan kebutuhan yang sudah dicantumkan dalam daftar pokok kependidikan (dapodik) masing-masing sekolah. Lewat dapodik tersebut, akan terpantau apa-apa saja yang memang dibutuhkan oleh sekolah.
Di luar peningkatan fisik, Amat menyatakan sudah ada enam sekolah di Kaltara yang menjadi sekolah rujukan. Sekolah rujukan ini jika memakai istilah dulu adalah sekolah berstandar internasional (SBI). Yakni, SMA 1 Tanjung Selor, SMA 1 Tanjung Palas, SMA 1 Malinau, SMA 1 Tana Tidung, SMA 1 Tarakan, dan SMA 1 Nunukan. Selain sekolah rujukan, Disdikbud Kaltara juga memberikan bantuan untuk sekolah yang menjadi sekolah kewirausahaan.
“Misalnya, SMA di Tanjung Palas Timur, ini tidak jadi sekolah internasional atau rujukan, maka mereka diberikan bantuan kemampuan kewirausahaan. Siswa-siswanya dibekali kemampuan untuk memanfaatkan potensi di daerahnya untuk berwirausaha. Ada juga di SMA 1 Bunyu, SMA 4 Malinau, SMA 2 Nunukan,” sebutnya.
SMA-SMA di pedalaman, kata Amat, juga sudah mendapatkan bantuan untuk peningkatan fisik. Seperti SMA di Krayan, Nunukan, yang sudah mendapatkan bantuan berupa laboratorium komputer dan perpustakaan. Sekolah-sekolah di pedalaman juga mendapatkan bantuan internet untuk mendukung program UNBK, sehingga tidak perlu menumpang ke sekolah lain. 



Lazada Indonesia