Home » Utama » Malaysia Tangkap 4 Petani Rumput Laut Nunukan

Malaysia Tangkap 4 Petani Rumput Laut Nunukan

Nunukan - Petani rumput laut di Kabupaten Nunukan terjaring Operasi Bersepadu (Gabungan,red) antara Pasukan Polis Marin (PPM) Wilayah 4 Tawau, Pasukan Gerakan Am (PGA) PDRM Batalyon 14 Tawau, dan Jabatan Imigresen Malaysia (JIM) Bahagian Tawau di Tanjung Bursuk Perairan Kayu Mati perbatasan RI – Malaysia, Jumat (5/10) lalu.
Penangkapan itu dibenarkan LO Polri di Tawau Komisaris Polisi Ahmad Fadilan. Namun hingga kini, pihaknya masih melakukan verifikasi data.
“Jadi diantara Pati (pedagang ilegal tanpa izin) yang ditangkap, memang ada empat nelayan Nunukan,” jelasnya kepada Koran Kaltara, Senin (8/10) kemarin.
Saat ini, kata dia, pihaknya bersama konsulat sudah melayangkan surat permohonan akses kekonsuleran kepada otoritas di Tawau Malaysia, untuk melakukan proses verifikasi, memastikan berapa orang WNI yang tertangkap dan melakukan pendampingan. “Kita masih upayakan untuk memohon ke pihak Malaysia,” bebernya.
Dalam rilisnya, operasi gabungan yang dikoordinir masing-masing Perwira Operasi dari ke-3 instansi tersebut (PPM, PGA dan JIM,) melibatkan 50 personel aparat keamanan Malaysia, dan dilakukan di tiga lokasi berbeda. Yaitu, kawasan Wallace Bay, wilayah perairan perbatasan Pulau Sidam. Pemukiman di sepanjang pesisir kawasan Sungai Simandalan, Pulau Sebatik wilayah Malaysia. Lalu, kawasan pemukiman di atas air Kampung Hidayat, Batu 4 Jalan Apas, Tawau.
Kemudian, kata dia, operasi gabungan tersebut telah berhasil menangkap 84 orang Pati. Diduga sebagian besar dari Pati yang tertangkap merupakan WNI tanpa memiliki dokumen. Mereka terdiri dari 43 laki-laki dewasa, 28 perempuan dewasa, 9 anak lelaki, dan 4 anak perempuan.
Selain itu, pada operasi gabungan itu telah berhasil diamankan beberapa barang bukti. Antara lain, 5 buah perahu jongkong bermesin Yamaha 15 HP, 1 mobil Proton Saga warna hitam, 1 mobil Isuzu D-Max warna silver dan 1 mobil Land Rover warna biru.
“Terhadap para Pati yang tertangkap akan dilakukan penyiasatan (penyidikan,red) lebih lanjut dengan menggunakan Akta Imigresen Malaysia Tahun 1959/1963, Akta Perikanan Malaysia Tahun 1985, Peraturan Pendaftaran Negara Malaysia Tahun 1990/2001, Atipsom (UU Anti TPPO) Malaysia Tahun 2007,” ungkap dia. 



Lazada Indonesia