Home » Utama » Nasabah Gugat Bank ke PN

Nasabah Gugat Bank ke PN

NUNUKAN – Seorang nasabah menggugat sebuah bank di Nunukan ke Pengadilan Negeri (PN), karena diduga bank tersebut melakukan lelang unprosedural.
Penggugat Hj Mismawati menggugat bank plat merah ke PN, karena meresa hutangnya di bank tersebut semakin membengkak.
Gugatan yang dilayangkan Hj Mismawati ke PN Nunukan itu terdaftar dengan nomor register 4/PDT.G/2018/PN.Nnk tanggal 02 Oktober 2018 tentang Perbuatan Melawan Hukum.
Hj Mismawati merasa ada yang ganjil soal fasiltas Kredit Modal Kerja (KMK) yang diterimanya pada tahun 2004 dan tahun 2009. Dimana total pinjamannya Rp 400 juta. Tapi, kini menjadi Rp 1 miliar lebih.
Sejak bulan Juli 2004 sampai Desember 2013, Hj Mismawati merasa selalu rutin membayar angsuran per bulan Rp2.900.000. Artinya, sudah ada sekitar Rp327.700.000. Jadi, sisa hutang per Januari 2014 seharusnya Rp72.300.000.
“Januari 2018, anak saya, Hj.Gurasmawati didatangi karyawan bank. Tujuannya mau sita aset jaminan. Dengan alasan, H. Akkas Saleh sudah tidak sanggup bayar. Kalo ada niat bayar, tidak akan dilelang. Kemudian, bulan itu juga saya dengan itikad baik melalui anak saya telah menyerahkan uang sebesar Rp.40 juta. Pihak bank mengeluarkan rincian total hutang sebesar Rp639.601.466. Dan mengatakan kalau dilunasi cukup membayar Rp410.000.000,” terang Hj Mismawati, Senin (8/10).
Setelah itu, Hj Mismawati menyampaikan, bahwa melalui anaknya pada Juli 2018 melakukan pembayaran Rp 10 juta. Lalu, pada Agustus 2018 membayar lagi Rp20 juta.
“Anak saya menanyakan berapa sisa hutang yang harus dibayar, dan pihak Bank menjelaskan kalau total sisa hutang Rp494.571.466. Kalau dilunasi dapat diskon cukup bayar Rp250 juta,” kata dia.
Hj Mismawati mengaku kaget saat ada Surat Pemberitahuan Lelang yang diterbitkan bank. Dimana, diberitahukan akan dilakukan lelang aset jaminan fasilitas kredit, yang akan dilakukan Selasa 31 ) Juli 2018.
“Jadi selama ini angsuran pembayaran itu untuk apa, kalau lelang tetap dilakukan? Bahkan anak saya spontan mengatakan kepada Karyawan Bank, ngapain ku bayar kalau mau di lelang. Katanya ada niat bayar tidak di lelang, kau minta KTP mamaku karena sudah bayar Rp40 juta, diberikan kesempatan pelunasan sampai Oktober 2018, maka ku bayar lah,” tandas dia.
Selanjutnya, pada 3 September 2018, Hj Mismawati menemui Kepala Cabang Bank. untuk melakukan pembayaran pelunasan, sekaligus meminta penghapusan bunga dan denda. Saat itu kepala cabang bukan pengambil keputusan untuk melakukan pengurangan atas akumulasi pokok, bunga dan denda.
“Kemudian saya dihubungan dengan Pejabat Pengambil Keputusan. Pada pokoknya kalau deal bayar lunas Rp.300.000.000, tapi harus dibayar saat itu juga. Nah, diberi waktu 30 menit untuk menyiapkan uangnya. Setelah itu dibayar lah Rp300.000.000, dengan mengandalkan pinjaman dari kerabat dekat. Ini ada bukti slip bukti setoran tunai pada 3 September 2018. Setelah dibayar lunas, ternyata tidak semua Sertifikat dan surat tanah jaminan dikembalikan, hingga hampir 1 bulan ini,” ungkapnya. 



Lazada Indonesia