Home » Nasional » Heboh, Muncul Grup Gay Pelajar SMP-SMA

Heboh, Muncul Grup Gay Pelajar SMP-SMA

GARUT – Informasi adanya grup pria sesuka sesama jenis atau gay di Kabupaten Garut, Jawa Barat membuat masyarakat setempat geger. Apalagi grup komunitas gay yang viral di media sosial tersebut diduga pesertanya adalah pelajar SMP dan SMA.
Grup tersebut muncul di Facebook dengan nama ‘Kumpulan Barudak Gay SMP/SMA Garut. Tercatat sudah 2,6 ribu anggota dalam grup tersebut.
Anggotanya mencapai 2.500 orang. Hingga saat ini aktivitas grup tersebut masih berjalan. Pihak kepolisian sendiri saat ini tengah menyelidikinya. Tim Reserse Kriminl (Reskrim) dikerahkan untuk mengungkap kasus itu.
“Dari awal kami sudah menerjunkan tim untuk melakukan pendalaman,” ujar Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna kepada wartawan di kantornya, Jalan Sudirman, Karangpawitan, Senin (08/10).
Karena masih dalam penyelidikan, pihaknya masih belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut terkait aktifitas grup ini.
“Sampai sekarang masih pendalaman dan penyelidikan. Namun belum bisa kami simpulkan apakah ini merupakan benar-benar kelompok yang terorganisir atau liar,” katanya.
Budi mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara pihaknya, anggota grup itu tak hanya berasal dari Garut.
“Kalau bicara jumlah anggota yang ramai, bukan hanya Garut, seputaran Garut juga ada, Bandung, Bogor, Jakarta bahkan sampai luar Jawa Barat,” pungkas Budi.
Angka itu pun diamini Wakil Bupati Garut Helmi Budiman. Menurutnya, jumlah gay di Garut memang cukup tinggi, yang tercatat mencapai 3.000-an, bahkan jumlah riilnya diprediksi mencapai belasan ribu orang.
“Jumlah ini sangat banyak. Sekitar tiga ribuan (gay yang ada di Garut),” kata Helmi di kantornya, Jalan Pembangunan, Tarogong Kidul, Garut, Senin (08/10) siang.
Menurutnya jumlah tersebut berdasarkan data yang dihimpun dari Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Garut pada tahun 2014. Bahkan, kata Helmi, ada belasan ribu orang Garut yang berpotensi termasuk ke dalam golongan Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT).
“Saya sudah sampaikan sebelumnya. Pada tahun 2014, departemen kesehatan memprediksi preparasi dari Jumlah di Garut ini kurang lebih bisa mencapai 12 ribu,” katanya.
Helmi menambahkan gay merupakan suatu penyakit kelainan yang dapat menular. Ia berharap agar pemerintah dan masyarakat bisa berperan aktif melawannya.
“Semoga ini bisa menjadikan kesadaran,” pungkasnya.
Reaksi MUI
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Garut angkat bicara terkait hal ini. Ketua MUI Garut Sirojul Munir mengatakan perilaku gay sangat memprihatinkan dan membuat resah warga Garut.
“Tentang adanya kelompok gay di Garut, apalagi komunitasnya itu terdiri dari anak usia muda, tingkat SMP/SMA ini sangat membahayakan,” kata Munir saat ditemui wartawan di kantor Setda Garut, Jalan Pembangunan, Tarogong Kidul, Senin (08/10).
Munir mengatakan kelompok gay itu sangat meresahkan masyarakat, apalagi bila terbukti anggotanya merupakan pelajar SMP dan SMA. Pihaknya meminta semua pihak turun tangan menangani kasus ini.
“Di sisi lain kan Garut ini muncul sebagai Garut bertakwa. Bagaimana bisa menciptakan Garut bertakwa sementara generasi mudanya bejat moral kayak gitu. Ini sangat menjijikan gay ini,” Munir menabahkan.
Dia juga mengingatkan kepada para orang tua untuk mengawasi perilaku anak-anaknya. Jika dilihat dari segi agama, perbuatan menyimpang seperti gay bisa mendatangkan musibah besar bagi suatu daerah. Gay juga dapat menimbulkan berbagai penyakit salah satunya HIV Aids.
“Kalau melihat firman Allah Swt, akan melaknat, bahkan akan menghancurkan kelompok gay itu,” ujar Munir.



Lazada Indonesia