Home » Utama » Stok Gas Elpiji 3 Kg Kosong Lagi

Stok Gas Elpiji 3 Kg Kosong Lagi

TANA TIDUNG- Dalam beberapa hari ini, pasokan gas elpiji ukuran 3 Kilogram (Kg) ata biasa disebut elpiji melon, mengalami kekosongan kembali. Banyak masyarakat yang terpaksa harus menggunakan kompor atau tungku bakar sebagai pengganti kelangkaan elpiji ini. Kejadian ini sudah terjadi dua kali dalam sebulan terakhir ini, masyarakat pun bertanya-tanya terkait kelangkaan elpiji hijau bersubsidi yang ditujukan bagi masyarakat tidak mampu ini.
Menanggapi hal ini Kepala Seksi (kasi) Perlindungan Konsumen pada Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM, Andi Burhan pada Selasa (9/10) kemarin mengatakan bahwa kelangkaan elpiji kali ini karena terjadi kendala dalam pengangkutannya dimana truk pengangkut terkendala pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kawasan Samarinda dan Berau yang ada di Kalimantan Timur (Kaltim).
“Untuk pengangkutan elpiji melon memang dipusatkan dari kawasan Samarinda dan Berau yang diangkut melalui jalur darat sehingga ada saja kendala dalam perjalanannya, kali ini elpiji melon masih dalam perjalanan lantaran truk pengangkutnya terkendala bahan bakar,” ujarnya.
Ia menyebut bahwa jauhnya jarak tempuh dari Kabupaten Tana Tidung (KTT) menuju Samarinda dan Berau yang berbeda provinsi membuat truk pengangkut elpiji membutuhkan waktu tambahan dalam pengangkutan sebab dalam proses perjalanan tidak diketahui dengan pasti apa yang menjadi kendala, mulai dari truk pengangkutnya juga akses jalan dari sana menuju KTT maupun sebaliknya.
“Kendala selalu ada saja terjadi, apakah kendala pada truk pengangkutnya ataupun kendala akses jalan, makanya kita minta agar masyarakat bersabar karena elpiji masih dalam proses perjalanan, meski kita tidak dapat memastikan kapan akan sampai kesini (KTT, Red), semoga kendala dapat diatasi segera dan pengangkutannya lancar sehingga kekosongan elpiji tidak lagi terjadi,” tambahnya.
Kekosongan elpiji melon tentu saja dikeluhkan masyarakat sebab begiu adanya konversi penggunaan minyak tanah (mitan) menuju penggunaan gas, hampir semua masyarakat yang ada di KTT tanpa terkecuali menggunakan gas kini, walau tak terelakkan dengan kekosongan saat ini ada sejumlah masyarakat yang harus berupaya mencari bahan bakar seperti mitan dengan penggunaan kompor dan tungku bakar kembali, sebagai informasi untuk kebutuhan pasokan masyarakat setiap bulannya dipenuhi oleh agen dan pangkalan yang ada sekitar 3 ribu lebih tabung dengan dua sampai tiga kali kedatangan pasokannya. 



Lazada Indonesia