Home » Politik » Politik Uang Diprediksi Marak di Pemilu 2019

Politik Uang Diprediksi Marak di Pemilu 2019

JAKARTA - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Abhan menilai pemilu tahun 2019 bakal berlangsung ketat. Persaingan tidak hanya terjadi di antara partai politik (Parpol) peserta pemilu 2019, namun juga sesama calon anggota legislatif (Caleg). Ketatnya persaingan ini, disebabkan oleh sistem proporsional terbuka, di mana caleg yang meraih suara terbanyak akan mendapatkan kursi.
“Kita masih menggunakan sistem proporsional terbuka. Ini partai berkompetisi, sesama caleg dalam satu partai juga berkompetisi,” ujar Abhan saat diskusi bertajuk “Antisipasi dan Penindakan Politik Uang dalam Pemilu 2019” di Media Center Bawaslu, Jakarta, Senin (8/10).
Abhan mengatakan, jika para caleg berpikiran pragmatis, maka mereka akan menggunakan politik uang untuk mendapat suara. Politik uang, dinilai merupakan cara yang mudah untuk menarik suara dari masyarakat.
“Kalau para caleg berpikiran pragmatis, dia mungkin akan menggunakan cara politik uang untuk mendapat suara. Ini yang akan dihadapi oleh kami, dan harus mengantisipasi agar potensi money politics ini sedapat mungkin harus ditekan,” tandasnya.
Abhan mengatakan, selain kompetisi di antara caleg, kata Abhan, kompetisi yang tidak kalah ketat juga akan berlangsung di antara parpol peserta pemilu 2019. Pasalnya, 16 partai peserta pemilu harus bisa meraih 4 persen Parliamentary Threshold atau ambang batas parlemen.
Pada Pemilu 2014, PT masih berada di angka 3,5 persen dan sekarang PT sudah naik menjadi 4 persen sebagaimana diatur dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.
“Tentu ini akan ada sebuah kontestasi kompetisi yang sangat ketat. Ke-16 partai ini bertanding bagaimana bisa menyelamatkan diri dalam tanda kutip untuk lolos ke parlemen nantinya dengan ketentuan 4 persen ini,” tandasnya.
Sebagai informasi, Parpol harus mendapat 7,4 juta suara di pemilu 2019 untuk mendapatkan angka 4 persen. Dengan perhitungan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 187 juta pemilih dengan tingkat partipasi pemilih 100 persen. Jika tingkat partisipasi 75 sampai 80 persen, berarti parpol harus mendapat 5,6 juta suara sampai 6 juta suara.



Lazada Indonesia