Home » Politik » Bawaslu Bakal Periksa Ratna di Polda

Bawaslu Bakal Periksa Ratna di Polda

JAKARTA - Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Fritz Edward Siregar mengungkapkan pihaknya tidak menutup kemungkinan mendatangi Polda Metro Jaya untuk meminta keterangan Ratna Sarumpaet terkait dugaan pelanggaran kampanye Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto. Keterangan Ratna penting karena apa yang disampaikan Prabowo terkait kebohongan atau hoaks yang disampaikan Ratna.
“Iya kan bisa kami datang (ke Polda), kami akan jumpai Ibu Ratna,” ujar Fritz saat dihubungi, Selasa (9/10).
Fritz mengatakan, dalam proses pemeriksaan laporan dugaan pelanggaran pemilu, Bawaslu bisa memanggil atau memeriksa pihak-pihak yang terkait dengan laporan tersebut. Mulai dari pelapor, saksi pelapor dan termasuk terlapor untuk mengklarifikasi dugaan pelanggaran yang dilaporkan.
“Nah laporan itu kan harus diklarifikasi. Artinya pelapor sama saksi pelapor itu akan dipanggil untuk mengklarifikasi. Setelah itu kemudian apabila dugaannya ada pelanggaran maka si terlapor akan diundang untuk klarifikasi,” jelas dia.
Dalam konteks ini, Bawaslu bakal memeriksa pelapor dugaan pelanggaran kampanye Prabowo, yakni Garda Nasional untuk Rakyat (GNR) dan para saksi yang disiapkan GNR. Bawaslu juga bakal meminta keterangan Prabowo sebagai terlapor.
Namun, Fritz mengatakan sebelum pihaknya mendaftarkan laporan, Bawaslu akan mengkaji terlebih dahulu laporan tersebut untuk memastikan, apakah sudah memenuhi unsur dugaan pelanggaran pemilu atau tidak. Jika memenuhi unsur, maka laporan akan didaftarkan dan jika tidak memenuhi unsur, maka laporan tidak ditindaklanjuti.
“Kalau memang sejak kajian awal, sejak pemeriksaan pelapor dan saksi pelapor ternyata tidak ada dugaan pelanggarannya, terlapor bisa saja tidak akan dipanggil, langsung diberikan status,” ungkap dia.
GNR melaporkan dugaan pelanggaran kampanye Prabowo pada Kamis (4/10). Jika memenuhi syarat formil dan materil, laporan ini akan diregister paling lambat, Kamis (11/10) mendatang. Setelah itu, dalam waktu 14 hari kerja, Bawaslu akan mengkaji dan memutuskan laporan tersebut. 



Lazada Indonesia