Home » Utama » Sabu Disembunyikan di Jok Sepeda Anak-anak

Sabu Disembunyikan di Jok Sepeda Anak-anak

Sabu Disembunyikan  di Jok Sepeda Anak-anak
TERSANGKA Ramlah bersama barang buktinya 200 gram sabu yang diamankan polisi beberapa hari lalu.

NUNUKAN – Modus penyelundupan narkoba untuk mengelabui aparat kepolisian beraneka ragam. Kali ini, pelaku menyembunyikan narkoba jenis sabu-sabu di dalam jok sepeda anak-anak. Modus yang dilakukan pelaku sempat membuat polisi kebingungan menemukan barang bukti sabu tersebut.
Pada Sabtu (6/10) lalu, sekitar pukul 23.00 WITA di salah satu hotel di Sei Nyamuk, Sebatik, Satuan Reskoba Polres Nunukan berhasil menangkap seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) asal Balikpapan, karena dilaporkan membawa sabu-sabu.
Usai menerima laporan dari masyarakat, hotel tempat pelaku yang diketahui bernama Ramlah (38) menginap itu digerebek aparat kepolisian. Saat dilakukan pemeriksaan, aparat kepolisian sempat kebingungan, karena tidak menemukan barang bukti sabu-sabu.
Namun, aparat kepolisian terus mencari barang bukti sabu-sabu tersebut. Setelah diperiksa secara teliti, akhirnya aparat kepolisian berhasil menemukan barang bukti sabu-sabu, yang disembuyikan dalam jok sepeda anak-anak. Sabu seberat 200 gram itu dikemas dalam 4 plastik transparan.
“Selain sabu-sabu, kami juga mengamankan dua unit handphone pelaku yang diduga sebagai alat transaksinya. Semua barang bukti sudah kita amankan. Pelaku juga masih diperiksa untuk dimintai keterangannya,” ungkap Kapolres Nubukan AKBP Jefri Yuniardi melalui Kasubag Humas Polres Nunukan Iptu M Karyadi pada Koran Kaltara, Senin (8/10).
Selain IRT, kata dia, aparat kepolisian juga mengamankan dua kurir narkoba di Sebatik. Kali ini, dua orang nelayan yang harus berhadapan dengan hukum, karena membawa sabu seberat 82,12 gram.
Kedua nelayan itu ditangkap, saat anggota SGI Kabupaten Nunukan dan aparat kepolisian dari Polres Nunukan melihat gerak gerik yang mencurigakan dari kedua pelaku. Lalu, aparat kepolisian mengikuti kedua nelayan tersebut sampai di Jl Laut RT 04 Desa Sungai Pancang Kecamatan Sebatik Utara.
“Saat itu, B yang bekerja sebagai nelayan meminta tolong kepada temannya si A yang juga seorang nelayan untuk mengambil sabu di suatu tempat yang sudah di taruh sebelumnya oleh pria berinisial J. Saat A mengambil sabu di bawah pohon mangga, tanpa perlawanan A dan B pun langsung ditangkap,” ungkap dia. 



Lazada Indonesia