Home » Patroli » Tahap 2 Korupsi UBT Tunggu Kemenkumham

Tahap 2 Korupsi UBT Tunggu Kemenkumham

TARAKAN – Rencana tahap 2 penanganan kasus dugaan korupsi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Borneo Tarakan (UBT) urung terlaksana pekan ini.
Menurut Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan melalui Kasat Reskrim AKP Choirul Yusuf, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Kejaksaan Negeri Tarakan, terkait penyerahan berkas dan tersangka.
“Kan rencana awal dari Kasi Pidsus, tersangka dipindahkan sekalian ke Lapas di Samarinda untuk membantu pemeriksaan pada saat persidangan nanti,” ujarnya, dikonfirmasi via telepon selulernya, Selasa (9/10) kemarin.
Karena Yansar dan Herdiansyah, dua orang tersangka perkara dugaan korupsi bahan mengajar (anjar) ini sudah menerima vonis 1 tahun 6 bulan untuk perkara pemotongan honor dan jabatan mengajar di daerah yang masuk dalam kategori Tertinggal, Terluar dan Terdepan (3T) di Program Sarjana Kependidikan Guru dalam Jabatan (PSKGJ) dari putusan Kasasi, beberapa waktu lalu.
“Tersangka Yansar dan Herdiansyah ini narapidana di Lapas Tarakan. Jadi kalau dipindah sekalian ke Lapas Samarinda kan enak, kalau sidang tinggal dihadirkan. Ini sekarang pihak Lapas Tarakan menunggu izin dari Kemenkumham untuk perpindahan penahanannya,” ungkap Kasat Reskrim.
Menurutnya, koordinasi ini antara pihak Kejaksaan dan Lapas Tarakan, namun pihaknya sebagai penyidik hanya menunggu tindak lanjut dari Kejaksaan kapan pengiriman dilakukan. Meski beban pemindahan dua orang narapidana ini dari Kejaksaan, namun dari Polres Tarakan membantu pengamanan.
“Anggaran pengamanannya dari polisi, tapi untuk anggaran pemindahannya dari Kejaksaan. Sebenarnya, kita mau dititip saja, Cuma kalau status titip kan berarti anggarannya dibebankan ke Lapas Tarakan. Kalau sudah pindah, berarti beban makan para napi ini dari Lapas Samarinda,” pungkasnya.
Diakuinya, perkara anjar ini selain menetapkan Yansar dan Herdiansyah juga menetapkan pihak ketiga, Aji Weweko alias Ahong sebagai tersangka. Perkaranya pun sudah P21 cukup lama, namun belum tahap 2.
Untuk diketahui, dalam perkara pemotongan honor dan uang perjalanan dinas mengajar di daerah 3T, mantan Dekan FKIP UBT Herdiansyah Majelis Hakim pengadilan Tipikor memutuskan pidana 1 tahun penjara, kemudian ditingkat banding di Pengadilan Tinggi, Kaltim menguatkan putusan Pengadilan Tipikor, namun ditingkat Kasasi di Mahkamah Agung putusan pidananya naik menjadi 4 tahun untuk masing-masing terdakwa. 



Lazada Indonesia