Home » Utama » BPN Sebut Wajar, Harga Tanah di Tanjung Selor Mahal

BPN Sebut Wajar, Harga Tanah di Tanjung Selor Mahal

TANJUNG SELOR – Sejak Tanjung Selor menjadi Ibu Kota Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), berpengaruh pada harga tanah naik tinggi. Bahkan melebihi Zona Nilai Tanah (ZNT). Hal tersebut diakui oleh Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bulungan, Samsul Hadi.
Menurut info dari kalangan masyarakat harga tanah meningkat. Bahkan diakuinya tidak bisa dikendali, dan menurut dia sangat wajar harga tanah tinggi, karena Tanjung Selor sebagai ibukota tentu banyak para pendatang dari luar daerah, mencari lahan untuk dijadikan tempat usaha.
“Saya pikir wajar-wajar saja kalau harga tanah di Tanjung Selor tinggi, dan juga sudah pasti lima atau 10 tahun kemudian Kaltara akan rame. Kan banyak orang yang butuh tanah untuk pembangunan,” ucapnya, Selasa (9/10).
Samsul mengatakan, kebanyakan yang membeli tanah di Bulungan ialah orang dari luar daerah dengan tujuan investasi di masa depan. “Mungkin saat ini tanah yang dibeli belum dibangun atau belum digunakan untuk tempat usaha tapi suatu saat mungkin jika si pemilik butuh dana, tanah tersebut dijual dan harga tanah itu tidak pernah turun setiap tahun ya semakin mahal,” jelasnya kepada Koran Kaltara.
Kebanyakan tanah yang diminati oleh orang luar daerah biasanya di tempat-tempat yang akan menjadi pusat Pemerintahan Provinsi Kaltara, serta di dekat jalan poros. “Mengapa harga tanah di kilometer 2 melambung tinggi ? Karena di sana akan jadi pusat pemerintahan,” tuturnya.
Tak hanya itu, lanjut dia, untuk penjualan harga tanah biasanya atas kesepakan dua pihak , dan jika warga Bulungan yang jarang membeli tanah dan ketika akan membeli tanah dia mengaku kemungkinan akan terkejut jika mengetahui harga tanah yang ada tinggi sekali.
“Semakin tahun harga tanah semakin tinggi. Kalaupun ada yang menjual tanah dengan harga murah, mungkin si pemilik membutuhkan biaya. Karena harga jual itu mengikuti kesepakan dua belah pihak,” pungkasnya. 



Lazada Indonesia