Home » Headline » Populasi Penduduk Kaltara Tumbuh Positif

Populasi Penduduk Kaltara Tumbuh Positif

Populasi Penduduk  Kaltara Tumbuh Positif
PERTUMBUHAN PENDUDUK – Setiap tahun penduduk Kaltara mengalami peningkatan, seiring banyaknya pendatang.

TANJUNG SELOR – Sejak terbentuk menjadi provinsi baru, Kalimantan Utara (Kaltara) menjadi salah satu daerah yang banyak didatangi warga dari luar, baik dari Pulau Jawa, Sulawesi dan daerah lainnya. Hal tersebut berpengaruh terhadap pertumbuhan penduduk di provinsi termuda di Indonesia ini. Pasalnya sejak 2013, peningkatan jumlah penduduk terus mengalami peningkatan di semua daerah khususnya Kota Tarakan dan Kabupaten Bulungan, termasuk Nunukan serta dua kabupaten lainnya.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kaltara Samuel Parrangan mengungkapkan, bertambahnya penduduk Kaltara setiap tahunnya cukup pesat. Setidaknya, ada dua faktor umum bertambahnya penduduk, yakni angka kelahiran dan masuknya migrasi. Akan tetapi, dari pantauan Disdukcapil, bertambahnya warga Kaltara didominasi pendatang dari luar daerah. “Berdasarkan data bersih dari Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri), terhitung semester I tahun 2018 ini penduduk Kaltara mencapai 643.253,” sebutnya, Selasa (9/10).
Jumlah penduduk Kaltara pada Tahun 2017 lalu berdasarkan data kementerian sebanyak 635.401 jiwa. Artinya dari tahun lalu, terjadi peningkatan sebanyak 7.852 jiwa penduduk Kaltara yang tersebar di lima kabupaten/kota. “Untuk kelahiran juga ada tapi itu sesuai (berbanding) dengan angka kematian. Makanya pertambahan penduduk itu didominasi oleh pendatang, baik dari Sulawesi, Jawa, NTB dan daerah lainnya,” beber Samuel.
Ditanya terkait identitas kependudukan para pendatang, ia mengakui tidak semua tertib administrasi. Namun, bagi para pendatang yang terdeteksi, akan langsung disarankan untuk membuat dokumen berupa surat pindah agar domisili di Kaltara lebih jelas dan terinventarisir. “Persoalan data kependudukan ini memang membutuhkan juga kesadaran masyarakat. Karena memang ada juga pendatang yang tidak terdata oleh kami,” akunya.
Sementara itu, terkait data Kemendagri, ia menegaskan saat ini pemerintah hanya menggunakan satu pintu berupa Data Konsolidasi Bersih (DKB). Meski ada perbedaan data dari institusi lain, pemerintah sesuai undang-undang hanya menjadikan pusat data Kemendagri sebagai patokan, termasuk untuk Pemilihan Umum (Pemilu). “Meski ada data juga dari BPS, tapi untuk kepentingan pemerintah, kita hanya gunakan data Kemendagri (DKB). Makanya untuk jumlah penduduk Kaltara yang kami dapatkan ini sudah bersih dan langsung divalidkan oleh pusat,” tegasnya. 



Lazada Indonesia